Breaking News:

Berita Sampang

Tingkatkan Kualitas, Dinas Pertanian Kabupaten Sampang Akan Lakukan Revitalisasi Kelompok Tani

Salah satu cara meningkatkan kualitas pertanian adalah dengan menghidupkan atau revitalisasi kelompok tani (Poktan) secara merata di setiap wilayah.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Para petani di Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura saat memanen padi. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Salah satu cara meningkatkan kualitas pertanian adalah dengan menghidupkan atau revitalisasi kelompok tani (Poktan) secara merata di setiap wilayah.

Hal itu saat ini yang telah dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sampang, Madura lantaran dari belasan ribu kelompok tani di Kabupaten Sampang diketahui keberadaannya tidak semuanya aktif.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Sampang, Suyono mengatakan, jumlah kelompok tani di Sampang sebanyak 15.052 yang tersebar di seluruh wilayah Sampang.

Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Desa Sukosari Bondowoso, Pohon Tumbang, Timpa Rumah Warga hingga Musala

Baca juga: Polisi Surabaya Musnahkan 79 Kg Sabu-Puluhan Ribu Pil Ekstasi dari Jaringan Narkoba Malaysia-Madura

Baca juga: Bagikan Bunga dan Cokelat, Cara Polrestabes Surabaya Sosialisasikan Operasi Zebra Semeru 2020

Namun, keberadaannya tidak terjamin semuanya aktif.

Dinas Pertanian mengambil sebuah langkah yakni, melakukan revitalisasi sekaligus mengarahkan setiap penyuluh datang ke kelompok tani yang berstatus vakum.

Setelah diketahui keberadaannya, para penyuluh yang ada di setiap wilayah Kecamatan memberikan pengarahan hingga pemahaman dalam mengelola pertanian.

"Para penyuluh juga mendatangi kelompok tani berstatus aktif untuk dilakukan pengukuhan," ujarnya kepada TribunMadura.com, Senin (26/10/2020).

Selait itu, revitalisasi dengan memasukkan anggota baru (muda) kepada setiap kelompok tani akan lebih meningkatkan kualitas kinerja setiap kelompok tani.

Petani muda memiliki jiwa kreatif dan modern.

Hal itu tentu berpengaruh pada pengelolaan hasil taninya.

"Seperti konsep menjual, jika harga panennya murah, petani di Sampang akan mengolahnnya dengan kreatif misal, singkong dibuat kripik," terang Suyono.

Lebih lanjut, tujuan revitalisasi juga berkaitan dengan keberadaan kartu tani sebab, dengan adanya anggota baru yang masuk ke Poktan dapat memiliki Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

"Bagi anggota baru yang tidak terdaftar di e-RDKK nantinya akan terdaftar, sehingga berpengaruh pada meluasnya kartu tani di Sampang," pungkasnya.

Baca juga: Operasi Zebra Semeru 2020, Jalur Menuju Kawasan Pantai di Kabupaten Tulungagung Jadi Perhatian Utama

Baca juga: Polisi Selidiki Video Viral Tawuran Diduga Pelajar Perempuan SMA di Tengah Jalan Cor Mojokerto

Baca juga: Parkir Liar di Puskesmas Kedungdung Sampang Ganggu Layanan Kesehatan, Dinas Terkait Belum Bertindak

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved