Breaking News:

Fatwa Haram PUBG di Aceh, Ulama Minta Pemain PUBG Dihukum Cambuk, Wagub Jateng Buka Suara

Rencana ulama yang meminta agar hukuman cambuk diterapkan kepada pemain PUBG menuai polemik. Fatwa haram memang sudah dikeluarkan untuk game PUBG.

Editor: Aqwamit Torik
Kolase TribunMadura.com (Sumber: Foxsport dan PUBG Mobile)
Peta Erangel di PUBG Mobile 

TRIBUNMADURA.COM - Rencana ulama yang meminta agar hukuman cambuk diterapkan kepada pemain PUBG menuai polemik.

Fatwa haram memang sudah dikeluarkan untuk game PUBG.

Sebab, PUBG dianggap banyak mengandung unsur yang merugikan.

Unsur kekerasan juga terdapat dalam game PUBG.

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh pada Juni 2019 lalu telah mengeluarkan fatwa haram memainkan permainan daring PUBG dan sejenisnya yang mengandung unsur kekerasan atau peperangan.

Baca juga: Gading Marten Kenalkan Calon Istri, Gempi Langsung Tunjukkan Sosoknya ke Gisel: Hai Ma Ini Ceweknya!

Baca juga: Promo KFC Diskon 50 Persen Sambut Libur Panjang, Simak Syaratnya, Beli 7 Ayam Bayar Setengah Harga

Baca juga: Daftar Promo Indomaret dan Alfamart 27 Oktober 2020, Belanja Cokelat hingga Es Krim Ada Diskon Harga

Pemain video game tersebut dianggap sebagai pelanggar syariat Islam di Aceh.

Bahkan, Ketua MPU Kabupaten Aceh Barat Teungku Abdurrani menegaskan, setiap pemain game daring Player Unknown's Battlegrounds ( PUBG ) dan sejenisnya yang mengandung unsur kekerasan atau peperangan layak dihukum cambuk di muka umum.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pun turut buka suara terkait usulan tersebut.

"Saya pikir tidak perlu menghukum orang dengan cambukan," jelasnya saat ditemui usai rapat penanganan Covid-19 di kantor Gubernur Jateng, Senin (26/10/2020) seperti dilansir oleh Kompas.com ( TribunMadura.com network ).

PUBG
PUBG (extremetech.com)

Menurutnya, pemberian sanksi hukuman cambuk diberlakukan bagi orang yang sudah akil baligh dan tidak menjalankan syariat Islam, seperti tidak melaksanakan ibadah wajib seperti sholat lima waktu dan puasa.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved