Breaking News:

Berita Ngawi

15 Desa di Ngawi Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Bengawan Solo, Saluran Air Tersumbat Sampah

Sebanyak 15 desa di empat kecamatan di Kabupaten Ngawi terendam banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo.

TRIBUNMADURA.COM/RAHADIAN BAGUS
Banjir di Ngawi, Senin (2/10/2020).  

TRIBUNMADURA.COM, NGAWI - Sebanyak 15 desa di empat kecamatan di Kabupaten Ngawi terendam banjir, Senin (2/10/2020).

Banjir yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan mulai surut sekitar pukul 12.30 WIB diakibatkan luapan Sungai Bengawan Solo.

Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo, menyebabkan sejumlah jalan di Desa kendung, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, terendam air.

"Air mulai naik sekitar pukul 03.00 WIB kemudian pukul 12.30 WIB air mulai surut," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Ngawi, Teguh Puryadi, saat dikonfirmasi.

"Jalan Raya Kendung yang sebelumnya tidak bisa dilewati, sore ini sudah bisa dilewati," sambung dia.

Baca juga: Pura-Pura Salat, Ibu Rumah Tangga di Malang Curi Uang Kotak Amal Masjid, Tak Sadar Diawasi Takmir

Baca juga: Kabar Gembira, UMK Kota Malang 2021 Naik, Ini Nominal Besaran Kenaikannya

Baca juga: Antisipasi Banjir saat Musim Hujan, Wali Kota Risma Pimpin Pengerukan di Kawasan Sungai Kalibokor

Ia menuturkan, banjir pertama yang terjadi pada musim penghujan tahun ini disebabkan intensitas hujan yang cukup tinggi, sehingga mengakibatkan luapan Sungai Bengawan Solo.

Selain itu, banjir juga disebabkan karena terjadi sumbatan sampah di beberapa saluran air.

"Banyak sumbatan di saluran air, banyak sumbatan sampah," kata dia.

"Padahal sebelumnya kami sudah melakukan kerjabakti membersihkan saluran air bersama relawan," tambahnya.

Teguh mengatakan, banjir kali ini menyebabkan sejumlah akses jalan tergenang.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved