Breaking News:

Berita Surabaya

BPB Linmas Kota Surabaya Siapkan Mitigasi Bencana, 15 Kecamatan Diminta Lakukan Pemetaan Resiko

Sebanyak 15 kecamatan di Kota Surabaya, diminta untuk melakukan mitigasi dan pemetaan risiko bencana agar tidak berdampak pada warga.

KOMPAS.COM/A. FAIZAL
Genangan air hujan di Jalan Raya Mayjen Sungkono Surabaya, Rabu (15/1/2020) sore. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sebanyak 15 kecamatan di Kota Surabaya, diminta untuk melakukan mitigasi dan pemetaan risiko bencana agar tidak berdampak pada warga.

Sejumlah 15 kecamatan itu merupakan kawasan atau Daerah Aliran Sungai (DAS).

"Misalnya, pemetaan bencana yang pernah terjadi seperti tanah atau plengsengan longsor, banjir, orang tenggelam," kata Kepala BPB Linmas Kota Surabaya, Irvan Widyanto, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Reaksi Rafathar saat Bertemu Penjual Bakso Viral Mirip Raffi Ahmad, Nagita Slavina: Mirip Emang?

Baca juga: Pemkab Pamekasan Akan Lakukan Perbaikan Jalan Ruas Utama di Wilayah Pantura pada November 2020

Baca juga: Download Lagu MP3 Kopi Dangdut Fahmi Shahab yang Dicover Vita Alvia, Ada Video Musik dan Lirik Lagu

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka SD-SMP di Kota Blitar Mundur Setelah Kembali Masuk Zona Oranye Covid-19

Pemkot Surabaya sudah mengumpulkan perwakilan kecamatan dan melakukan rapat.

Pertemuan itu sebagai bentuk koordinasi mitigasi bencana, khususnya menekan potensi banjir di wilayah rawan akibat aliran air sungai.

15 Kecamatan yang diminta khusus untuk siaga itu adalah Kecamatan Karang Pilang, Kecamatan Jambangan, Kecamatan Wonokromo, Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Pakal dan Kecamatan Asemrowo.

Kemudian Kecamatan Bulak, Kecamatan Rungkut, Kecamatan Gunung Anyar, Kecamatan Genteng, Kecamatan Wiyung, Kecamatan Krembangan, Kecamatan Dukuh Pakis, Kecamatan Sukomanunggal, dan Kecamatan Tenggilis Mejoyo.

Baca juga: Ketua GP Ansor Pamekasan Lantang Serukan Boikot Produk Prancis, Tapi Jangan Sampai Lakukan Hal Ini

Baca juga: Dalam Waktu Dekat, Kampung Tangguh Semeru Bersih Narkoba di Kecamatan Ketapang Sampang Diaktifkan

Baca juga: Gagal Nyalip Dump Truck, Santri asal Pamekasan Terlindas Ban Mobil di Jalan Raya Karang Penang Onjur

Baca juga: Sikap Tegas Lesty Kejora Jika Tak Berjodoh dengan Rizky Billar: Gak Perlu Trauma Dijadikan Pelajaran

Mereka diminta aktif memeriksa ketinggian dan debit air sungai pada pintu air dan rumah pompa. Kemudian, kelurahan juga diminta mengaktifkan Kelurahan Siaga Bencana.

Menurut Irvan Widyanto, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga meminta kelurahan melakukan sosialisasi dan patroli secara berkala, khususnya menjelang musim penghujan dan angin kencang.

Selain itu, pihak kecamatan dan kelurahan di sekitar DAS itu juga diminta untuk memperhatikan kelompok rentan seperti difabel, lansia, ibu hamil dan anak-anak agar mendapat pertolongan khusus saat terjadi bencana.

"Menyiapkan lokasi yang aman untuk tempat evakuasi sementara, penyusunan SOP evakuasi di tingkat RT/RW sampai kecamatan harus dibuat," terang mantan Kepala Satpol PP Surabaya.

Lebih lanjut, rumah pompa yang tersebar di Surabaya juga diminta dilakukan pengecekan rutin. Dinas PU Bina Marga dan Pematusan harus memastikan hal tersebut. Pompa-pompa yang sudah siap dioperasikan itu, dapat bekerja dengan baik, sehingga dapat mengatur debit air.

“Diusahakan dapat meminimalisir genangan di rumah-rumah warga," tandas Irvan Widyanto.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved