Virus Corona di Tuban

Operasi Yustisi dan Jam Malam Efektif Tekan Kasus Covid-19 di Tuban, Ini Penjelasan Wakil Bupati

Pemerintah Kabupaten Tuban terus melawan penyebaran Covid-19. Termasuk pengetatan akses untuk bisa masuk ke fasilitas kantor Pemkab Tuban.

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD SUDARSONO
Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein saat ditemui di ruangannya. 

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Pemerintah Kabupaten Tuban terus melawan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Berbagai macam upaya dilakukan untuk mencegah penularan virus corona yang belum ada obatnya.

Termasuk pengetatan akses untuk bisa masuk ke fasilitas kantor Pemkab Tuban.

"Semua harus ketat, untuk masuk ruangan saya saja harus cuci tangan juga harus menggunakan hand sanitizer, jadi dua langkah," kata Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, dalam wawancara via zoom, Senin (2/11/2020).

Baca juga: Pelanggar Protokol Kesehatan di Kota Kediri Diberi Teguran Tertulis, Satpol PP Sasar Kafe dan Warkop

Baca juga: Tim Wasrik Itwasda Polda Jatim Datangi Polres Pamekasan, Lakukan Pengawasan Kinerja Anggota

Baca juga: Bangkalan Diterjang Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Permukiman Terendam Banjir dan Pohon Tumbang

Baca juga: Pembunuhan Sadis di Gresik, Bocah Inisial S Buang Aril di Bukit Jamur Dalam Kondisi Tangan Terikat

Menurutnya, upaya high safety itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus, di luar itu pesan kuatnya adalah saling melindungi satu sama lain.

Penggunaan masker dan jaga jarak juga penting untuk dilakukan dalam aktivitas sehari-hari. Baik di perkantoran maupun di luar.

"Di kantor instansi pemkab lainnya juga sama dilakukan hal sedemikian, tidak hanya di kantor saya," ujar wabup dua periode itu.

Ditambahkannya, saat ini angka sebaran kasus covid-19 bisa ditekan dengan berbagai upaya, seperti melakukan operasi yustisi dan penerapan jam malam.

Dua langkah itu terbukti efektif dalam menekan angka kasus virus corona.

Sebab, masyarakat semakin patuh untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, karena jika tidak pakai masker terjaring razia dan berlaku didenda.

"Jadi operasi yustisi dan penerapan jam malam sangat efektif untuk menekan angka kasus covid-19. Kita sudah terapkan tiga kali jam malam, mulai dari zona merah hingga berhasil ke zona kuning," bebernya.

Pria yang juga sebagai Ketua DPC PKB Tuban itu mengungkap pengalamannya selama menjadi satgas covid-19, selain berkurangnya waktu untuk keluarga juga intensitas kebersihan diri meningkat.

Misal saja, saat pulang setelah bekerja harus mandi lalu ganti baju. Hal itu menjadi perhatian khusus dari istri dan anak yang sudah menunggu di rumah.

Baca juga: Akhirnya Sule Jawab Isu Nathalie Holscher Punya Anak dan Pernah Menikah: Nggak Ada Manusia Sempurna

Baca juga: Pihak Kemenag Kabupaten Kediri Kabulkan Semua Permintaan Demonstran Terkait Pemotongan Dana BOS

Baca juga: Bupati Pamekasan Launching 2000 Beasiswa Santri saat Acara Maulid Nabi, Berharap Ada Santri Hafiz

Baca juga: Tajul Muluk Menjadi Suni, Bupati Sampang: Mereka Belum Bisa Pulang, Kami Hanya Sebagai Fasilitator

"Kalau pulang lama itu sudah biasa, tapi sekarang saat pulang harus mandi ganti baju. Ya kekhawatiran itu ada," pungkas orang nomor dua di Tuban.

Sekadar diketahui, saat ini Kabupaten Tuban kembali ke zona orange setelah sebelumnya zona kuning.

Zona orange tersebut diumumkan Pemprov Jatim pada Senin 2 November kemarin, malam. Menurut data gugus covid-19 Tuban, terjadi angka peningkatan kematian mencapai 78 kasus, sebelumnya pada 30 Oktober 76 kasus.

Data sebaran covid-19 per Rabu (4/11/2020), angka terkonfirmasi 648 kasus, sembuh 519 kasus, dirawat 51 kasus, meninggal 78 kasus.(nok)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved