Breaking News:

Virus Corona di Sidoarjo

Pelanggar Protokol Kesehatan di Sidoarjo Menurun, Pj Bupati: Disiplin Masyarakat Terus Meningkat

Jumlah warga pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) cenderung menurun setelah petugas menerapkan denda dan sidang.

Penulis: M Taufik | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/M TAUFIK
Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono dan Kasatpol PP, Widyantoro Basuki saat memantau sidang tipiring di gedung tenis indoor kompleks Gor Sidoarjo, Kamis (5/11/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SIDOARJO - Jumlah warga pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) cenderung menurun, setelah petugas menerapkan denda dan sidang di tempat atas pelanggaran ini selama beberapa hari terakhir.

Hal itu terungkap dalam sidang tipiring (tindak pidana ringan) yang digelar di gedung tenis indoor kompleks Gor Sidoarjo, Kamis (5/11/2020).

"Jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding sidang-sidang sebelumnya. Artinya, warga Sidoarjo semakin disiplin menjalankan protokol kesehatan," ujar Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono di sela meninjau langsung proses sidang tipiring tersebut.

Baca juga: Akhirnya Sule Jawab Isu Nathalie Holscher Punya Anak dan Pernah Menikah: Nggak Ada Manusia Sempurna

Baca juga: Pembunuhan Sadis di Gresik, Bocah Inisial S Buang Aril di Bukit Jamur Dalam Kondisi Tangan Terikat

Baca juga: Petugas Gabungan Polsek Waru Pamekasan Gelar Operasi Yustisi, Masih Ada Pengendara Tak Pakai Masker

Pihaknya berharap, kedisiplinan itu bisa terus ditingkatkan. Perorangan, perusahaan, restoran, cafe dan sebagainya, semua diajak untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Alasannya, selama belum ada vaksin, penerapan protokol kesehatan menjadi hal paling penting dan efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Saat ini, Sidoarjo menuju zona kuning. Kurang sedikit lagi. Beberapa daerah seperti Waru yang pernah menjadi kluster penyebaran, saat ini sudah berhasil menjadi zona hijau. Kami berharap disiplin masyarakat terus meningkat agar Sidoarjo bisa segera kuning, kemudian meraih zona hijau,” imbuh Cak Hud, panggilan Hudiyono.

Ketika masuk zona kuning, aktivitas ekonomi pun bakal semakin bergeliat. Sekolah dan berbagai kegiatan lain juga kembali normal. Apalagi jika sudah hijau, bisa dibilang, semua sudah masuk era normal baru.

Terhitung ada sebanyak 1.056 warga Sidoarjo menjalani sidang tipiring kali ini. Mereka terjaring operasi yustisi protokol kesehatan yang digelar tim gabungan di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Sidoarjo selama dua pekan belakangan.

Baca juga: Dari Ratusan Penganut Aliran Syiah, 21 di Antaranya Tolak Ikuti Ikrar untuk Kembali ke Ajaran Aswaja

Baca juga: Komisi I DPRD Pamekasan Minta Warga Boikot Produk Prancis, Tapi Jangan Sampai Lakukan Penjarahan

Baca juga: Bangkalan Diterjang Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Permukiman Terendam Banjir dan Pohon Tumbang

Kasatpol PP Sidoarjo, Widyantoro Basuki mengatakan, jumlah 1.056 pelanggar tersebut merupakan hasil razia selama dua minggu karena pada jadwal sidang Hari Kamis lalu ditiadakan karena libur bersama.

“Kalau dirata-rata, jumlahnya menurun. Sebelumnya dalam seminggu ada 800 orang pelanggar. Kali ini hanya 500-an orang pelanggar," kata Wiwid, panggilan Widyantoro Basuki.

Meski demikian, pihaknya mengaku tidak akan mengendorkan razia operasi yustisi protokol kesehatan.

Pasalnya, razia bukan hanya jumlahnya, namun meningkatkan kesadaran warga untuk mematuhi prokes dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Delta.

Pada sidang kali ini, para pelanggar prokes mayoritas kena denda Rp 100 ribu. Kebanyakan mereka terjaring razia karena tidak memakai masker.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved