Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Persentase Kasus Aktif Covid-19 Jatim Terendah Kedua se-Indonesia, Khofifah: Bergerak ke Zona Hijau

Persentase kasus aktif Covid-19 di Jawa Timur terendah kedua-se Indonesia per 9 November 2020. Tercatat persentase kasus aktif 3,95 persen.

Istimewa
Data Satgas Covid-19 Jatim. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa terus melakukan penguatan pentahelix dalam melakukan penanganan melawan Covid-19.

Pasalnya pentahelix menjadi kunci Jawa Timur bisa terus berprogres baik  dalam melakukan pengendalian covid-19.

Terbukti saat ini Jawa Timur telah menempati urutan kedua se Indonesia sebagai provinsi dengan kasus aktif Covid-19  secara persentatif terendah kedua setelah Provinsi Gorontalo.

Baca juga: Klarifikasi Adhietya Mukti Soal Namanya yang Diseret Dalam Kasus Video Syur Mirip Gisel: Bukan Adit

Baca juga: Profil dan Biodata Adhietya Mukti, Sosok Pria yang Dikaitkan dengan Skandal Video Syur Mirip Gisel

Baca juga: Catatan Pakar Telematika soal Video Syur Mirip Gisel: Gaya Rambut Agak Sama Tapi Masih Bisa Dibantah

Baca juga: Terpeleset saat Mandi, Kakek 90 Tahun asal Bojonegoro Tewas Tenggelam di Sungai Bengawan Solo

Per hari ini persentase kasus aktif Covid-19 di Jawa Timur adalah 3,95 persen.

Tepatnya saat ini kasus aktif Covid-19 atau masyarakat Jawa Timur yang tengah dirawat karena terpapar Covid-19 ada sebanyak 2.162 dari total kumulatif kasus 54.631 per tanggal 8 November 2020 malam.

Kasus aktif Covid-19 ini diyakini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan terus menurun dengan upaya terus menurunkan pertambahan kasus baru, dan peningkatan kasus sembuh. 

Yang saat ini tingkat kesembuhan kasus covid-19 (case recovery rate) Jatim terus naik di angka 88,91 persen, dengan kumulatif kasus sembuh sebanyak 48.570 kasus. 

Angka persentase kesembuhan Covid-19 Jatim ini juga berada jauh di atas recovery rate nasional yaitu 84,14 persen. 

"Suksesnya proses menangani bencana, termasuk pandemi ini adalah bencana non alam, adalah dengan pendekatan pentahelix. Bagaimana kampus, media, masyarakat, privat sector dan juga pemerintah melakukan kerjasama agar semua nyekrup dalam satu langkah penanggulangan bencana," kata Khofifah, Senin (9/11/2020) pagi. 

Menurutnya pera Perguruan tinggi, tenaga kersehatan, juga masyarakat adalah faktor penting untuk bersama-sama melawan Covid-19 dengan menjalankan masing-masing peran dan kontribusinya. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved