Breaking News:

Virus Corona di Tulungagung

Pelaku Usaha Wisata di Tulungagung Rapid Test untuk Mencegah Penularan Covid-19 Selama Libur Panjang

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung melakukan uji acak pada pelaku usaha wisata.

TRIBUNMADURA.COM/FARID MUKARROM
Ilustrasi 

GTPP Covid-19 Tulungagung juga melakukan sosialisasi, agar pelaku usaha wisata yang sakit dengan gejala Covid-19 agar segera menghubungi fasilitas kesehatan.

“Setiap yang dicurigai akan langsung dilakukan tes usap (swab). Hasil tes akan memastikan, apakah positif atau negatif,” tutur Galih.

Baca juga: Acara Baby Shower Rusuh karena Suami, Istri Dipermalukan, Perselingkuhan dan Video Intim Terbongkar

Baca juga: Persentase Kasus Aktif Covid-19 Jatim Terendah Kedua se-Indonesia, Khofifah: Bergerak ke Zona Hijau

Baca juga: Klarifikasi Adhietya Mukti Soal Namanya yang Diseret Dalam Kasus Video Syur Mirip Gisel: Bukan Adit

Baca juga: Profil dan Biodata Adhietya Mukti, Sosok Pria yang Dikaitkan dengan Skandal Video Syur Mirip Gisel

Selama masa pandemi virus Corona, belum ada klaster pelaku usaha wisata di Tulungagung.

Kasus yang kerap ditemukan adalah Pelaku Perjalanan Daerah Transmisi (PPDT).

Warga Tulungagung melakukan perjalanan ke kota lain dan tertular.

Data Senin (9/11/2020), jumlah akumulasi pasien Covid-19 Tulungagung sejumlah 509 orang.

Dari jumlah itu, 462 pasien dinyatakan sembuh dan empat orang meninggal dunia.

Sedangkan pasien tersisa terdiri dari 23 pasien menjalani karantina, 4 orang menjalani isolasi dan 16 pasien menjalani perawatan.

Penulis: David Yohanes
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved