Breaking News:

Madura United

Bek Madura United Andik Rendika Rama Akui Pasrah soal Kontrak Baru Akibat Penundaan Kompetisi

Bek Madura United, Andik Rendika Rama mengaku, pasrah soal rencana pembahasan kontrak baru.

MADURA UNITED OFFICIAL
Bek Sayap Madura United FC, Andik Rendika Rama 

TRIBUNMADURA.COM, MADURA - Bek Madura United, Andik Rendika Rama mengaku, pasrah soal rencana pembahasan kontrak baru menatap lanjutan Liga 1 2020 yang akan diputar kembali awal tahun 2021 mendatang.

Sebab, rata-rata kontrak pemain hingga pelatih klub Liga 1 2020 berakhir pada Februari 2021.

"Awal sebelum pandemi, kontrak sampai November (2020)," kata Andik Rendika Rama pada Surya ( grup TribunMadura.com ), Kamis (12/11/2020).

"Tapi saat renegosiasi semua pemain dikontrak sampai Februari 2021, gak tahu nanti kelanjutannya seperti apa," ucap Rama, sapaan karibnya. 

"Soal kontrak, saya ikut alur saja, gak bisa menuntut atau menekan sesuatu yang lebih pada manajemen," tambah mantan pemain Persija itu.

Ia juga sampaikan cukup memaklumi kondisi finansial klub dengan situasi seperti saat ini.

Tidak elok jika kemudian pemain terlalu banyak menuntut sementara kompetisi belum dijalankan lagi.

Awal saat kompetisi dihentikan di bulan Maret lalu, klub dibolehkan hanya memberikan hak gaji pemain sebesar 25 persen dari kontrak awal.

Kemudian naik menjadi 50 persen setelah diputuskan kompetisi akan digelar bulan Oktober lalu, namun gagal.

"Kami harus loyalitas juga pada tim, karena memahami kondisi juga. Hitungannya ini kayak setengah seleksi alam lah," ucap pemain 27 tahun itu sambil tersenyum.

Sementara, soal bergulirnya lanjutan kompetisi di Februari 2021 mendatang, ia enggan banyak berkomentar, memilih pasrah.

"Saya sebagai pemain mengikuti saja, apa kata federasi. Kami pemain pasrah saja, ibarat kita wayang, dalangnya orang-orang kek gitu (federasi), mengatur dan mengurusi semuanya, jadi saya pasrah saja, memaklumi dengan keadaan kayak gini," jelasnya.

Sementara itu, Zia Ulhaq Abdurrahim, Direktur Utama PT. Polana Bola Madura Bersatu, perusahaan yang menaungi Madura United (MU) menyebut bahwa pihaknya belum membahas perpanjangan kontrak pemain karena belum ada ketentuan detail dari PSSI.

"Belum ada aturan, kemarin hanya ada satu lembar surat (pemberitahuan penundaan) dari LIB , namun belum ada keputusan seperti apa yang harus klub lakukan, juklak-juknisnya," kata Zia Ulhaq pada Surya. (amn).

Penulis: Khairul Amin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved