Breaking News:

Berita Tuban

Empat Kecamatan di Tuban Masuk Peta Rawan Luapan Sungai Bengawan Solo, Termasuk Widang dan Plumpang

Menjadi daerah perlintasan Sungai Bengawan Solo, membuat Pemerintah Kabupaten Tuban perlu mengantisipasi terjadinya bencana alam.

Penulis: Mohammad Sudarsono
Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD SUDARSONO
Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono saat memimpin apel siaga bencana. 

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Menjadi daerah perlintasan Sungai Bengawan Solo, membuat Pemerintah Kabupaten Tuban perlu mengantisipasi terjadinya bencana alam serta penanggulangannya. 

Empat wilayah kecamatan di wilayah setempat menjadi peta rawan jika terjadi luapan sungai terpanjang di Jawa tersebut. 

Risiko bencana banjir tinggi mengintai empat Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang dan Widang.

"Selain membawa berkah pada sektor pertanian, empat kecamatan juga memiliki potensi ancaman bencana banjir, yang bisa diakibatkan karena intensitas curah hujan maupun luapan air kiriman dari wilayah hulu," kata Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono saat apel siaga bencana di Mapolres, Senin (16/11/2020).

Baca juga: Jawaban Nathalie Holsecher Ditanya Soal Momongan, Itu yang Aku Pengen, Raffi: Siap Disetrum Sule?

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Jalur Surabaya-Madiun KM 141-142, Ayah dan Anak Tewas Ditabrak Bus Mira

Baca juga: Empat Pegawai Positif Covid-19, Pelayanan Pengadilan Negeri Kota Blitar Ditutup Sementara

Dijelaskannya, selain potensi banjir karena luapan sungai Bengawan Solo, bencana Hidrometeorologi lainnya berupa banjir bandang, angin puting beliung, cuaca ekstrem dan tanah longsor juga menjadi ancaman di wilayah Kabupaten Tuban.

Bersama instansi terkait, Ruruh melakukan pengecekan kendaraan dinas beserta peralatannya, antara lain mobil damkar, perahu karet, boat dan kano.

Peningkatan curah hujan yang cukup tinggi bisa berpotensi menimbulkan bencana alam seperti tanah longsor, banjir, puting beliung serta bencana lainnya, sehingga diharapkan ada sinergi dalam pelaksanaan apabila benar-benar terjadi bencana. 

"Kita mampu menangani secara komprehensif kerjasama dengan instansi yang ada. Mari bersinergi, kerjasama yang kuat dalam menghadapi bencana bila terjadi," pungkasnya.

Sekadar diketahui, pada apel siaga bencana turut dihadiri Forkopimda, para PJU serta melibatkan ratusan personel gabungan dari Polisi, TNI, Satpol PP, BPBD, Damkar, dan Dishub.

Baca juga: Satgas Jatim Telaah Kenapa Kematian Kasus Covid-19 Belum Turun, Ternyata Warga Terstigma Takut ke RS

Baca juga: Baru Terbongkar Urusan Ranjang, Kode Jennifer Ipel Bikin Kaget Nikita, Ajun Perwira: Dia Hiperseks

Baca juga: Wali Kota Sutiaji Temui Aremania: Siapa yang Tak Menghendaki Arema Bersatu, Dialah Pengkhianat Arema

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved