Breaking News:

Virus Corona di Kediri

Kasus Covid-19 Kabupaten Kediri Melejit, Tim Satgas Perketat Pernikahan dan Hajatan: Patuhi Prokes

Angka kasus positif virus corona Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Kediri meningkat tajam. Tim Satgas akan memperketat pernikahan dan hajatan!

Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/MOCHAMMAD ROMADONI
Simulasi pernikahan normal baru yang dikemas secara nyata seperti pesta pernikahan sungguhan di gedung Astoria Convention Hall, Jalan Empunala, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Rabu (22/7/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Pihak Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kediri keluarkan 3 kebijakan untuk redam lonjakan kasus positif virus corona.

Pasalnya jumlah angka pasien Covid-19 di Kabupaten Kediri dalam beberapa hari terakhir meningkat tajam.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri Ahmad Khotib mengatakan hari ini pihaknya melakukan rapat dan sepakat memutuskan untuk kembali perketat pengawasan.

Baca juga: Gaya Nella Kharisma Marah Diekspos Dory Harsa, Wajah Ngambek Biduan Disorot, Suami: Nesu Aja Cantik

Baca juga: Polres Pamekasan Gelar Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam, Sarana dan Prasarana Dipersiapkan

Baca juga: Arema FC Pastikan Akan Kedatangan Satu Pemain Asing Baru Sebelum Lanjutan Liga 1 Dimulai

Baca juga: Petani Masuki Musim Tanam Padi Mulai Bulan November Ini, Disperta Sampang Sediakan Obat Hama Gratis

"Kami akan aktifkan membali satgas Covid-19 yang ada di tingkat desa dan dusun dalam pengawasan. Kebijakan kedua kami akan melakukan konsentrasi pemusatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Kediri. Artinya bagi yang sehat, tapi masuk OTG akan kami awasi di Wisma Atlet atau lokasi isolasi mandiri milik Pemkab," kata Khotib saat dikonfirmasi di Kantor IDI Kabupaten Kediri Senin (16/11/2020).

Terakhir, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat dalam kegiatan yang menimbulkan krumunan besar seperti hajatan sunatan, nikahan atau kegiatan lain seperti rekreasi bersama.

"Sebagian besar kasus terbaru ini dari kluster tersebut. Termasuk kegiatan rekreasi bersama yang akhir-akhir ini sering dilakukan masyarakat," ucap Ketua IDI Kabupaten Kediri.

Selain itu, menurut Khotib berdasarkan hasil penelitian oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri, sebagian besar penambahan baru ini didominasi oleh kluster luar kota yang datang di Kabupaten Kediri.

"Jadi sebagian ada yang tertular dari orang luar Kabupaten Kediri yang berkunjung ke sini entah ke saudaranya atau kerabatnya. Oleh sebab itu kami terus himbau agar masyarakat tetap hati-hati dan patuhi Prokes," jelasnya.

Baca juga: 1 Warga Kota Madiun Meninggal Dunia Terpapar Covid-19, Sebelumnya Sempat Pergi ke Jogja dan Solo

Baca juga: Cemburu Ferdi Lihat Ayahnya Dekat dengan Nathalie Holscher, Sule Cuma Bisa Diam: Dia Pergi, Ngambek

Baca juga: BREAKING NEWS - Truk Terguling di Jalan Sawoo-Tumpakpelem Ponorogo, Muatan Ayam Berhamburan ke Jalan

Baca juga: Jawaban Nathalie Holsecher Ditanya Soal Momongan, Itu yang Aku Pengen, Raffi: Siap Disetrum Sule?

Ironisnya dengan jumlah yang semakin tinggi pasien Covid-19 di Kabupaten Kediri, membuat petugas menjadi kualahan. Pihak Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri akan bentuk tim pemulasaran jenazah tingkat desa.

"Saat ini jumlah pasien Covid-19 yang meninggal cukup banyak. Oleh sebab itu kami akan bentuk satgas pemulasaran jenazah di desa yang dulunya pernah diaktifkan untuk penanganan penyakit menular HIV, kali ini akan kami hidupkan kembali untuk pemulasaran jenazah Covid-19," pungkasnya.

Penulis: Farid Mukarrom

Editor: Elma Gloria Stevani

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved