Breaking News:

Madura United

Respons Presiden Klub Madura United Soal Kompetisi Liga 1 2020 Ditunda, Minta PSSI Bertanggungjawab

Achsanul Qosasi menilai PSSI perlu mengambil tanggung jawab lebih terkait mundurnya pelaksanaan Liga 1 2020.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Keputusan PSSI untuk menunda Liga 1 2020 hingga awal 2021 menuai reaksi dari banyak pihak.

Salah satunya, dari Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi.

Achsanul Qosasi menilai PSSI perlu mengambil tanggung jawab lebih terkait mundurnya pelaksanaan Liga 1 2020.

Baca juga: Penganiayaan Sadis Suami dan Istri, Korban Dikeroyok Oknum PNS di Sampang, 3 Pelaku Lain Masih DPO

Baca juga: Cegah Covid-19 Meluas, Ratusan Santri Sehat di Ponpes Anwarul Haromain Trenggalek Dipulangkan

Baca juga: Andre Taulany Bocorkan Rahasia Malam Pertama Nathalie Holscher, Sule Jengkel: Berdosa Sekali Anda

Mengingat, rencana pelaksanaan kompetisi sempat batal dari Oktober, November, hingga akhirnya mundur ke awal 2021.

Menurut dia, keputusan PSSI yang mengajak klub untuk serius mempersiapkan kompetisi dan pada akhirnya gagal dilanjutkan, tentunya tidak boleh hanya diselesaikan dengan pengumuman saja. 

Kata dia, sejumlah klub sudah melakukan banyak hal yang perlu diselesaikan dengan keterlibatan federasi secara langsung sembari menunggu keputusan kelanjutan kompetisi Liga 1.

"Utamanya tentang kontrak pemain yang terlanjur diperbaharui untuk memenuhi persyaratan kompetisi," kata Achsanul Qosasi kepada sejumlah media di Pamekasan, Senin (16/11/3020).

Pria yang akrab disapa Pak AQ ini, sejak Maret 2020, sikap Madura United saat kompetisi di jeda, meminta agar kompetisi dihentikan.

Alasannya, karena perkiraan tentang pandemi Covid-19 akan berlangsung lama. 

"Perkembangannya saat dilakukan rapat oleh PSSI untuk lanjutan kompetisi, Madura United kan tetap sama meminta agar kompetisi tidak dilanjutkan," bebernya.

Sewaktu itu, lanjut Achsanul, proses keputusan akhirnya dilakukan dengan voting, dan klub yang menginginkan kompetisi tidak dilanjutkan kalah jumlah suara daripada yang ingin melanjutkan kompetisi.

Menurut dia, kalah dalam voting tidak berarti Madura United harus boikot. 

"Dalam rangka menghormati keputusan bersama di PSSI itu, Madura United membuktikan dengan latihan dan persiapan secara serius karena berkeyakinan bahwa keputusan PSSI sangat serius," tutupnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved