Breaking News:

Virus Corona di Sumenep

BREAKING NEWS - Tiga Kecamatan di Kabupaten Sumenep Madura Masuk Zona Oranye Covid-19

Tiga kecamatan di Kabupaten Sumenep masuk dalam kategori zona oranye atau tingkat risiko sedang penyebaran Covid-19.

Shutterstock
Ilustrasi melawan virus corona 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Tiga kecamatan di Kabupaten Sumenep masuk dalam kategori zona oranye atau tingkat risiko sedang penyebaran Covid-19.

Perubahan dari zona kuning ke oranye ini berdasarkan data yang ada pada peta sebaran Covid-19, yakni di instagram resmi @kominfosumenep pukul 13.00 WIB, 16 November 2020.

Disebutkan 23 suspek, 692 positif Covid-19, 618 sembuh, 38 meninggal dunia. Dan yang berstatus zona orange (resiko sedang) diantaranya Kecamatan Kota, Talango (kepulauan Poteran) dan Kecamatan Bluto.

Baca juga: Strategi Wujudkan Desa Makmur, Pemerintah Kabupaten Pamekasan Latih 10 Ribu Calon Wira Usaha Baru

Baca juga: FRPB, Wakil Ketua DPRD & Ketua Komisi III DPRD Pamekasan akan Buat Forum Pengurangan Risiko Bencana

Baca juga: Ketakutan Nathalie Holscher Sebelum Nikahi Sule, Singgung Nama Rizky Febian: Bagaimana Memulainya?

Baca juga: Petani Pamekasan Ditemukan Meninggal dalam Kamar Mandi Samping Apotek, Terindikasi Serangan Jantung

Sementara yang menyandang status zona kuning dari 27 kecamatan diantaranya tercatat 10 kecamatan, yakni kecamatan Guluk-guluk, Pragaan, Lenteng, Saronggi, Kalianget, Batuan, Manding, Gapura, Ambunten dan Kecamatan Batuputih. Dan 14 kecamatan sudah berstatus zona hijau.

 

Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berupaya agar semua kecamatan berstatus zona hijau.

Salah satunya dengan terus memperketat penegakan disiplin terhadap protokol kesehatan (prokes) oleh Satpol PP bersama aparat gabungan lainnya.

"Kita tetap aktif melakukan razia yustisi, baik siang maupun malam hari. Demi penegakan disiplin protokol kesehatan," ujar Kasatpol PP Sumenep, Purwo Edi Prawito saat dikonfirmasi pada Selasa (17/11/2020).

Di tempat terpisah, Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim menyampaikan, semua wilayah akan cepat menuju zona hijau bila masyarakat peduli dan mau mengikuti himbauan pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan.

"Ini harus didukung untuk menjadi zona hijau, itu sangat bisa apabila lapisan masyarakat melakukan (taati) himbauan pemerintah," katanya.

Baca juga: Disebut Wanita Amazon, Nikita Mirzani Tak Berdaya Dihadapkan pada Satu Benda: Lemes Loh Dimasukkan

Baca juga: BREAKING NEWS - Ratusan Buruh SPBI dan KASBI Kembali Demo Tolak Omnibus Law Cipta Kerja

Baca juga: Jawaban Chef Juna saat MasterChef Indonesia Disebut Settingan: Saya Tidak di Situ Jika Ada Settingan

Baca juga: Cerita Fatiyah, Mama Muda Asal Pamekasan yang Rasakan Pelayanan PCC dan Mobil Sigap saat Melahirkan

Pihaknya selama ini katanya, sudah menginstruksikan kepada camat, kepala desa hingga ke RT agar bersama-sama mematuhi prokes dengan baik.

Namun masih ada beberapa warga yang acuh dan ada juga yang tidak percaya akan adanya penyakit Covid-19.

"Dan itu bahkan ada tokoh masyarakat yang seperti itu," tuturnya.

Pemerintah daerah katanya, tetap berupaya dengan cara mengkampanyekan atau sosialisasi penggunaan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan pendekatan kearifan lokal.

"Misalnya, melalui Fatayat dan Muslimat NU," terangnya.

 

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved