Breaking News:

Demo Tolak Omnibus Law di Surabaya

Massa Getol Jatim Bergerak Kembali Suarakan Tolak Omnibus Law, Sempat Ajukan Pinjam Gedung DPRD

Ratusan buruh yang tergabung dalam Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol) Jatim, kembali menyuarakan penolakan Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

TRIBUNMADURA.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Suasana demo yang digelar oleh ratusan buruh Aliansi Getol Jatim di depan Gedung Negara Grahadi, Selasa (17/11/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ratusan buruh yang tergabung dalam Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol) Jatim, kembali menyuarakan penolakan Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja, di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Selasa sore (17/11/2020).

Mereka yang mendatangi titik kumpul di Jalan Ciliwung, sempat menimbulkan kepadatan lalu lintas dari arah Wonokromo ke Tunjungan Plaza. Beruntung petugas kepolisian mengatur laju kendaraan sehingga arus kembali normal.

Massa kemudian berangkat secara long march pukul 14.31 Wib, dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan.

Baca juga: Petugas Pamekasan Call Care dan Mobil Sigap Selalu Siaga 24 Jam Sediakan Pelayanan Kesehatan Gratis

Baca juga: Download Lagu MP3 Kumpulan DJ Remix Koplo Full Bass Terbaru 2020, DJ Nanda Lia hingga DJ Breakbeat

Baca juga: Sebanyak 42 SD Diusulkan ke Satgas Covid-19 untuk Gelar Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Makna di Balik Mahar Mewah Pernikahan Sule dan Nathalie Holscher Uang Rp 200 Juta dan Emas 75 Gram

Setibanya di Gedung Grahadi, para peserta demonstran menampilkan berbagai pertunjukan.

Antara lain, teatrikal, orasi, sidang rakyat mosi tidak percaya, hingga memainkan alat musik. Agenda itu bertepatan dalam rangka momentum Hari Pelajar Internasional.

Koordinator Aksi, Anthony Matondang, mengatakan, pihaknya masih tetap mengeluarkan aspirasinya kepada pemerintah, melalui aksi yang sengaja dilakukan lagi oleh para serikat pekerja.

"Kami sebetulnya berencana menyewa atau meminjam gedung DPRD Jatim. Beberapa hari yang lalu sudah kami kirim surat secara legalitas. Baik melalui email maupun pos," ungkapnya.

Akan tetapi, kata Anthony, begitu dikonfirmasi kembali ternyata tidak ada jawaban dari DPRD Jatim atau Sekdaprov. Hal tersebut dilakukan untuk mengadakan sidang rakyat di ruang paripurna.

"Melalui momentum ini, kami sengaja mengadakan sidang rakyat mosi tidak percaya terhadap rezim pemerintah, terkait masalah undang undang cipta kerja," katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS - Ratusan Buruh SPBI dan KASBI Kembali Demo Tolak Omnibus Law Cipta Kerja

Baca juga: Kembali Demo Tolak Omnibus Law Cipta Kerja, Massa Buruh Mulai Padati Gedung Negara Grahadi Surabaya

Baca juga: Strategi Wujudkan Desa Makmur, Pemerintah Kabupaten Pamekasan Latih 10 Ribu Calon Wira Usaha Baru

Baca juga: Disebut Wanita Amazon, Nikita Mirzani Tak Berdaya Dihadapkan pada Satu Benda: Lemes Loh Dimasukkan

"Jadi kami telah kirim surat mau mengadakan sidang rakyat disana. Tetapi sampai sekarang tidak ada balasan atau konfirmasi terhadap permasalahan tersebut," sambungnya.

Sehingga, tuntas Anthony, massa aksi memutuskan tetap menyuarakan suaranya di depan gedung grahadi sebagai mimbar pernyataan bebas kepada pemerintah.

"Tuntutan kami tidak berubah. Tegas menolak, konsisten, komitmen, tolak omnibus law segera terbutkan perppu,"

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved