Breaking News:

Berita Bondowoso

5 SMP di Bondowoso akan Gelar Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka, Prokes Dipersiapkan Secara Matang

Sebanyak 5 SMP di Bondowoso diajukan untuk melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka.

TRIBUNMADURA.COM/AFLAHUL ABIDIN
Ilustrasi - Pembelajaran tatap muka yang telah berjalan di SMPN 1 Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Pada 7 September mendatang, 20 sekolah di 5 kecamatan akan menyusul menggelar pembelajran dengan metode yang sama. 

TRIBUNMADURA.COM, BONDOWOSO - Sebanyak 5 SMP di Bondowoso diajukan untuk melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka.

Saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Dindikbud) Bondowoso tengah mempersiapkan skema terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut.

Plt Kepala Dindikbud Bondowoso, Haeriyah Yuliati, mengatakan rencana uji coba pembelajaran tatap muka sudah disampaikan ke Bupati Bondowoso, Salwa Arifin.

Baca juga: Dinsos Sampang: Bantuan Sosial untuk Keluarga Penerima Manfaat Diprediksi Berakhir Tahun 2020

Baca juga: Kandang Sapi di Kadur Pamekasan Terbakar, Api Berasal dari Sisa Pembakaran Pakan yang Masih Menyala

Baca juga: Honor Dimas Sudah Tinggi Sejak Disebut Kembaran Raffi Ahmad, Baim Wong Beri Pesan: Jangan Sombong

Rencana tersebut disampaikan ke Bupati minggu lalu.

"Dinas sudah mengajukan kepada bupati, untuk uji coba pembelajaran tatap muka. Sementara belum ada jawaban. Dinas tak akan menyelenggarakan, jika tak ada izin tertulis dari bupati maupun Satgas Covid-19," katanya, Rabu (18/11).

Berdasar informasi pembelajaran tatap muka akan diselenggarakan di SMP 1, SMP 3, SMP Wringin, SMP 1 Prajekan dan SMP 2 Maesan.

Baca juga: Polisi Pastikan Bakal Ada Tersangka Baru Kasus Video Syur, Wajah Gisella Disoroti Psikolog: Stres

Baca juga: Jelang Tutup Tahun, Realisasi Serapan Anggaran APBD Sumenep 2020 Baru 60 Persen

Baca juga: BREAKING NEWS - Bayi Gosong Terbakar di Tumpukan Kayu, Polisi Masih Telusuri Apakah Sengaja Dibakar

Penerapan protokol kesehatan saat proses belajar-mengajar harus dipersiapkan secara matang oleh pihak sekolah.

"Yang perlu dipersiapkan yakni sarana dan prasarana protokol kesehatan, tenaga pendidik atau seluruh elemen sekolah," sebutnya.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka nanti jumlah siswa yang masuk sekolah harus diatur.

Jumlah siswa tidak lebih dari 50 persen dari kapasitas kelas.

"Siswa yang masuk nanti dibagi dengan cara sesi. Kami lebih mementingkan keselamatan," pungkasnya.

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved