Virus Corona di Trenggalek

Kabupaten Trenggalek Masuk Zona Oranye Covid-19 dan Hentikan Sementara Pembelajaran Tatap Muka

Pembelajaran tatap muka di Kabupaten Trenggalek untuk seluruh jenjang pendidikan dihentikan sementara waktu.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/AFLAHUL ABIDIN
Pembelajaran tatap muka yang sempat digelar di sebuah sekolah di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. 

TRIBUNMADURA.COM, TRENGGALEK - Pembelajaran tatap muka di Kabupaten Trenggalek untuk seluruh jenjang pendidikan dihentikan sementara waktu.

Kebijakan itu menyusul masuknya Kabupaten Trenggalek pada zona oranye atau risiko sedang penularan Covid-19.

Keputusan menghentikan pembelajaran tatap muka itu tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan Sekretariat Daerah (Sekda) Trenggalek.

Surat dikeluarkan pada 20 November 2020.

Baca juga: Pria Ditabrak Truk Pertamina di Jalan Raya Madiun-Surabaya Masih Hidup, Diduga Alami Gangguan Jiwa

Baca juga: Polsek Palengaan Gelar Sosialisasi Pencegahan Covid-19 di MTS Al-Lazzi, Siswa Diminta Patuhi Prokes

Baca juga: Resmi Menikah, Ini Potret Pernikahan Denny Sumargo dan Olivia Allan dalam Balutan Jas dan Gaun Putih

Baca juga: Potret Transformasi Lesty Kejora, Penampilan Tomboy Masa SD Terekspos, Rizky Billar: Berubah Cantik

Surat edaran tersebut menyebutkan bahwa pembelajaran tatap muka akan digantikan dengan kegiatan belajar mengajar dari rumah.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek Totok Rudianto mengatakan, pembelajaran tatap muka di beberapa sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat akan digantikan dengan pembelajaran dalam jaringan (daring) mulai Senin (23/11/2020).

Pengalihan metode pembelajaran itu bakal berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan.

“Keputusan itu merujuk pada Surat Keputusan Bersama empat menteri yang menjelaskan, daerah zona oranye tidak boleh menggelar pembelajaran tatap muka,” ucap Totok.

Sebelum ini, pembelajaran tatap muka dengan sistem bauran sudah digelar di beberapa SMA dan SMP sederajat.

Untuk tingkat SMP yang langsung dibawahi oleh Disdikpora Trenggalek, total yang telah menggelar pembelajaran tatap muka sebelum ini berjumlah 76 sekolah.

“Bukan hanya yang dibawahi Pemkab Trenggalek. Pemberhentian pembelajaran tatap muka berlaku juga untuk seluruh jenjang,” sambung dia.

Totok menjelaskan, pemberhentian pembelajaran luar jaringan ini untuk meminimalisir adanya penularan Covid-19 di lingkungan pelajar.

Baca juga: Angka Covid-19 di Kabupaten Tuban Terus Naik, Dampaknya Ruang Isolasi RSUD Dr Koesma Tuban Penuh

Baca juga: 3 Kasus Positif Covid-19 Baru, Kabupaten Tuban Sumbang 35 Pasien, Satgas Minta Warga Patuhi Prokes

Baca juga: Pintar dan Cantik, Zilda Dinobatkan Sebagai Wisudawan Berprestasi Universitas Trunojoyo Madura 2020

Baca juga: Pelajar SMP di Kota Madiun Terkonfirmasi Positif Covid-19, Puya Riwayat Perjalanan ke Pacitan

Angka Covid-19 di Kabupaten Trenggalek melonjak tinggi dalam sepekan terakhir. Akibatnya, zona wilayah Trenggalek juga berganti dari kuning ke oranye.

Ia meminta, para siswa dan wali murid memahami keputusan tersebut secara bijak.

“Ini semua demi menjaga kesehatan para pelajar dari Covid-19. Jangan sampai sekolah menjadi klaster penyebarannya,” tutur dia.

Tata terakhir yang diunggah di situs infocovid.jatimprov.go.id pada Minggu (22/11/2020) siang, kasus Covid-19 di Trenggalek mencapai total 603.

Jumlah kasus aktif sebanyak 189. Sementara jumlah pasien sembuh 396 orang. Pasien meninggal ada 18.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved