Breaking News:

Madura United

Kapten Madura United Hanya Minta Kepastian Kompetisi, Meski Akui Tak Keberatan Digaji 25 Persen

Kapten Madura United, Fachrudin Aryanto tidak keberatan hanya menerima gaji sebesar 25 persen pada masa penundaan kompetisi 2020.

MADURA UNITED OFFICIAL
Bek Madura United Fachruddin Aryanto 

TRIBUNMADURA.COM, MADURA - Kapten Madura United, Fachrudin Aryanto tidak keberatan hanya menerima gaji sebesar 25 persen pada masa penundaan kompetisi 2020.

Berdasarkan keputusan PSSI terbaru, masa penundaan kompetisi, periode bulan Oktober-Desember membolehkan klub membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial maksimal 25 persen dari gaji awal.

Dijelaskan Fachrudin, meski harus menerima pemangkasan gaji, ia cukup memahami kondisi klub yang juga berada pada situasi sulit.

"Sebagai pemain bingung, karena juga paham kondisi, gak bisa nuntut gimana-gimana sama klub.

Kondisi kayak gini, kalau di rumahkan berarti kami gak kerja meskipun kami terikat kontrak," kata Fachrudin Aryanto pada Surya ( TribunMadura.com network ), Selasa (24/11/2020).

Baca juga: Berangkat Selingkuh, Pulang Minta Dijemput Suami Sah, Terkuak Tak Kuat Ladeni Carlos di Atas Tikar

Baca juga: Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Surabaya Membludak, RS Lapangan Indrapura Dibanjiri Pasien Baru

Baca juga: Warga Satu RT di Ponorogo Positif Covid-19, Petaka Berawal saat Warga Melayat, 2 Orang Meninggal

"Jadi yaudah kalau memang itu keputusan terbaik dari PSSI dan klub bisa nerima, pemain juga bisa gak bisa harus ngikutin itu," tambah pemain asal Klaten, Jawa Tengah itu.

Enggan terlalu pusing memikirkan soal gaji, pemain 31 tahun itu hanya berharap segera ada kepastian soal lanjutan kompetisi.

Pasalnya, meski PT LIB, perator kompetisi memutuskan akan menggulirkan kembeli kompetisi 2020 bulan Februari 2021 mendatang.

Hingga saat ini belum ada lampu hijau dari pihak kepolisian.

"Mudah-mudahan Februari itu kalau gak ada apapun, harus jalan karena kami sudah terlalu lama ditunda, sudah bosen juga di rumah," tuturnya.

Sebelumnya, kompetisi 2020 dihentikan akhir bulan Maret lalu akibat pandemi Covid-19, hingga saat ini tak kunjung bisa digelar kembali akibat tidak mendapat izin keramaian dari polri untuk menggelar laga.

"Sebagai pemain, kami ini pengen main, kami pemain bola kan hobinya main bola.

Namanya hobi, misal gak dibayarpun kami pengen tetep main bola, istilahnya gitu," pungkasnya. (amn).

Penulis: Khairul Amin
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved