Virus Corona di Tulungagung

Tulungagung Banyak Zona Hijau Covid-19, Bupati Belum Terapkan Belajar Tatap Muka untuk TK-SMP

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo belum mengizinkan pembelajaran tatap muka tingkat TK, SD dan SMP.

Penulis: David Yohanes | Editor: Elma Gloria Stevani
Istimewa
Salah satu SD di Tulungagung meminta 50 persen siswanya datang ke sekolah. 

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo belum mengizinkan pembelajaran tatap muka tingkat TK, SD dan SMP.

Meski Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ancang-ancang pembelajaran tatap muka pada Januari 2020, namun bupati akan mempertimbangkan kondisi secara umum di Tulungagung.

"Harapannya pandemi virus corona ini berlalu, dan semua kembali normal. Termasuk dunia pendidikan," terang Bupati.

Terkait kemungkinan tatap diberlakukan tatap muka Januari 2020, Maryoto tidak serta merta turut instrusi dari pusat.

Sebab menurutnya, keputusan terakhir tetap pada kepala daerah, menyesuaikan kondisi masing-masing daerah.

Pihaknya akan memantau situasi hingga awal 2021 mendatang.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Ponorogo Makin Naik, Pemkab Tak Tambah Jumlah Sekolah Tatap Muka

Baca juga: Mobil Pajero Sport Terbakar di Jalan Tol Ngawi-Kertosono, Api Muncul Tiba-tiba dari Kap Mesin

Baca juga: 9 Baliho Habib Rizieq Shihab di Kabupaten Malang Diturunkan Satpol PP karena Tak Kantongi Izin

"Kabupaten Tulungagung cukup bagus, 80 persen sudah menghijau. Tapi kami tidak bisa serta merta melaksanakan pembelajaran tatap muka," tegas Maryoto.

Sebelumnya ada usulan, pembelajaran dilakukan berdasarkan zona per kecamatan.

Kecamatan yang masuk zona hijau sudah bisa melakukan pembelajaran tatap muka.

Namun menurut bupati, selama ada interaksi masyarakat, pembatasan zona tetap berbahaya.

Sebab pemerintah tidak mungkin melarang pergerakan warga antar kecamatan.

Kondisi ini yang membuat kecamatan zona hijau pun tetap punya risiko penularan.

Karena itu memilih menunggu situasi jauh lebih baik, sebelum pembelajaran tatap muka dimulai.

"Masyarakat kita itu mobile. Jadi berisiko akan terjadi klaster baru jika kita membuka pembelajaran tatap muka," tutur Maryoto.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved