Breaking News:

Virus Corona di Ponorogo

Klaster Perkantoran Menjadi Perhatian Tim Satgas, Razia Masker Digelar di Lingkungan Pemkab Ponorogo

Satgas Penanganan Covid-19 Ponorogo melakukan razia masker di lingkungan Pemkab Ponorogo, Rabu (2/12/2020).

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Razia masker di Lingkungan Pemkab Ponorogo, Rabu (2/12/2020). 
TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Satgas Penanganan Covid-19 Ponorogo melakukan razia masker di lingkungan Pemkab Ponorogo, Rabu (2/12/2020).
Petugas yang terdiri dari personil TNI, Polri, Satpol PP dan BPBD tersebut memasuki Kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) satu persatu.
Mulai dari Dinas Dukcapil, Badan Penerimaan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan kantor OPD lainnya.

 

Baca juga: Pegiat Lingkungan Madura Ajak Generasi Muda Aktif Jaga Kelestarian Alam, Jika Tidak Ini Risikonya

Hasilnya, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) terjaring dalam razia ini.
Kabid Ketentraman, Penertiban dan Kebakaran (Timbumkar) Satpol PP Ponorogo, Siswanto mengatakan, razia ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di lingkungan Pemkab Ponorogo.
Terlebih lagi, di lingkungan Pemkab Ponorogo telah muncul Klaster Perkantoran dimana 13 staf BPPKAD terpapar Covid-19.
"Kami melakukan razia di kalangan Pemkab agar jangan sampai menular ke OPD lain," ucap Siswanto, Rabu (2/12/2020).
Menurut Siswanto, para ASN yang bekerja di dalam ruangan akan rentan tertular jika tidak disiplin menggunakan masker.
"Kalau di ruangan abai menggunakan masker justru membahayakan. Untuk itu lah Pak Sekda mengutus menggelar operasi," ucapnya.
"Selain itu, razia ini juga untuk mengukur tingkat kepatuhan dari ASN yang ada di lingkungan Pemkab," jelasnya.
Dari satu kali razia ini ditemukan 18 orang pelanggar dari kalangan ASN dan 3 orang pelanggar dari masyarakat umum atau pengunjung.
"Kita berikan sanksi administratif yaitu denda mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu," jelasnya.
Sedangkan untuk pelanggar protokol kesehatan dari masyarakat umum dikenakan sanksi sosial. Mulai dari push up hingga menyanyikan lagu wajib.
"Mudah-mudahan setiap hari razia ini bisa kita lakukan agar kasus Covid-19 tidak terus bertambah," jelasnya.
Selain di perkantoran, operasi yustisi juga masih diselenggarakan di tempat-tempat umum.
Selama bulan November kemarin, terdapat 743 pelanggar yang terjaring razia.
20 di antaranya dikenakan sanksi denda administratif, lalu 623 pelanggar dikenakan sanksi sosial, dan 100 pelanggar mendapatkan teguran lisan.
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved