Rumah Ibunda Mahfud MD Digeruduk

Ketua Pemuda Pamekasan Sayangkan Aksi Massa Geruduk Rumah Ibunda Mahfud MD, Minta Polisi Usut Tuntas

Pemuda Muhammadiyah menyayangkan kedatangan massa yang menggerebek rumah Sitti Khotijah, Ibunda Menko Polhukam, Mahfud MD di Kabupaten Pamekasan.

Istimewa/TribunMadura.com
Ketua Pemuda Muhammadiyah Pamekasan, Hudan Nasihin. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pemuda Muhammadiyah menyayangkan kedatangan massa yang menggerebek rumah Sitti Khotijah, Ibunda Menko Polhukam, Mahfud MD, di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan. 

Ketua Pemuda Muhammadiyah Pamekasan, Hudan Nasihin mengatakan kecewa dan sangat menyayangkan tindakan sekelompok orang yang mengatasnamakan umat Islam Pamekasan tersebut. 

Kekecawaan tersebut kata dia karena Ibunda Mahfud MD sudah sepuh.

Baca juga: Satu Mobil Elf Terbakar dalam Kecelakaan di Tol Madiun-Nganjuk, Tiga Warga Pamekasan Meninggal Dunia

Baca juga: Bareskrim Polri Tangkap Ustaz Maaher di Rumahnya, Nikita Mirzani: Tunggu Giliran Gue yang Laporin Lo

Baca juga: Cara Cek Penerima BPUM di Link Banpres eform.bri.co.id/bpum, Ini Panduan Pencairan BLT Bantuan UMKM

Baca juga: Detik-detik Mencekam Rumah Ibunda Mahfud MD Digeruduk, Sang Adik: Sesama Madura, Keluarlah Mahfud!

"Selebihnya, massa aksi saya anggap tidak tahu etika sebagai orang Madura. Orang tua Pak Mahfud sudah sepuh, seharusnya kita menghargai beliau, sebagai orang yang lebih sepuh," kata Hudan Nasihin kepada TribunMadura.com, Kamis (3/12/2020).

Pria yang akrab disapa Hudan ini juga mengutarakan, Mahfud MD adalah salah satu putra terbaik Madura

Kata dia, Mahfud MD besar di Pamekasan dan pernah mengenyam pendidikan di Ponpes Al Mardliyah, Tagengser Laok, Kecamatan Waru, yang seharusnya, kiprahnya ditauladani dan dihormati.

"Seharusnya orang tersebut bangga dengan  Mahfud MD yang sekarang menjabat sebagai Menko Polhukam dan pernah menjadi ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008 -2013," ujarnya.

Baca juga: Siti Badriah Sering Tolak Ajakan Krisjiana untuk Bercinta, Nikita Mirzani Langsung Semprot : Dosa!

Baca juga: Gunung Semeru Keluarkan Awan Panas hingga Muntahkan Lava Pijar, Ada 5 Kali Suara Letusan

Baca juga: RS Baptis Batu Penanganan Pasien Covid-19 Penuh, Kapasitas 17 Tempat Tidur Semua Sudah Terisi

Baca juga: 1 Keluarga Dalam Elf yang Terbakar di Tol Madiun-Nganjuk Hendak Melayat Orang Meninggal di Madura

Menurut Hudan, demonstrasi itu sah dilakukan oleh warga Indonesia dan dilindungi undang-undang. 

Namun, ketika obyek yang dituju adalah yang tidak ada sangkut-pautnya, dan terkesan menyerang pribadi, maka itu tindakan yang tidak etis dan melanggar hukum.

Mengacu dari kejadian itu, pihaknya meminta aparat kepolisian untuk meminta keterangan dari ketua korlap atas aksi tersebut, dan mengembangkan kasus ini sampai kepada aktor di belakang aksi ini.

"Jadi saya harap kedepannya masyarakat tidak sewenang-wenang bertindak seperti itu. Saya harap Pamekasan yang dikenal Kota Gerbang Salam aman, damai dan kondusif," harapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved