Breaking News:

Berita Bondowoso

Polres Bondowoso Sosialisasi Protokol Kesehatan di Alun-Alun Gunakan Mobile System

Salah satu upayanya, yakni melakukan imbauan secara mobile system melalui pengeras suara, dan kendaraan dinas di Alun-Alun RBA. Ki Ronggo.

istimewa
Polres Bondowoso tengah melakukan imbauan sekaligus edukasi kepada masyarakat di pusat kota, Senin (7/12/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, BONDOWOSO - Demi melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan, Polres Bondowoso terus lakukan sosialisasi.

Kali ini, sosialisasi dilakukan dengan berkeliling menggunakan kendaraan dinas.

Polres Bondowoso terus melakukan upaya preventif dalam penegakan disiplin protokol kesehatan.

Salah satu upayanya, yakni melakukan imbauan secara mobile system melalui pengeras suara, dan kendaraan dinas di Alun-Alun RBA. Ki Ronggo.

Baca juga: Profil dan Biodata Menteri Sosial Juliari Batubara: Pendidikan, Karir, Partai dan Jadi Tersangka KPK

Baca juga: Ibu Hamil di Tulungagung Meninggal Akibat Covid-19, Bermula dari Gejala Batuk,Simak Kronologi

Baca juga: Profil Perusahaan Sinovac, Perusahaan Asal China Pembuat Vaksin Covid-19 Pilihan Indonesia

Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz, memasuki Covid-19 gelombang ke dua penting untuk terus mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin.

Ia menilai, disiplin dalam protokol kesehatan merupakan vaksin utama dari pencegahan penularan virus Corona.

Sementara, jumlah kasus positif Covid-19 terus mengalami peningkatan dalam tiga hari terakhir di Bondowoso.

Berdasar data, hingga 2 Desember 2020, jumlah pasien positif Covid-19 di Bondowoso mencapai 1.041 orang. Rinciannya, pasien dirawat yakni 66 orang, sembuh 931 orang, serta 44 orang meninggal dunia.

"Ini masih gelombang ke dua jadi masyarakat yang lengah kita ingatkan. Disiplin protkes ini jadi vaksin utama," katanya, Senin (7/12).

Ia menegaskan, jelang tahun baru, pihaknya melarang warga mengadakan perayaan yang memicu kerumunan.

Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan di beberapa titik yang berpotensi terjadi keramaian.

"Kami akan membubarkan acara yang menimbulkan kerumunan," tegasnya.

Erick menambahkan, para pelanggar protokol kesehatan akan ditindak dengan tegas, baik dengan proses Tipiring (tindak pidana ringan) atau pidana.

"Nanti pelanggarannya dilihat dulu, apakah ini masuk tipiring atau tidak. Bila, pelanggaran protokol kesehatan berdampak pada kemunculan kluster, bisa masuk pidana nanti," pungkasnya. (nen)

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved