Pilkada Surabaya 2020

Ketua KPPS Dijemput Ayahnya untuk Pulang, Akui Takut Tertular Covid-19, Begini Reaksi Sang Anak

Seorang ayah mendatangi TPS Rumah Sakit Darurat Lapangan, Jalan Indrapura Surabaya untuk meminta anaknya yang jadi ketua KPPS pulang.

Editor: Aqwamit Torik
KOMPAS.COM/PRIYOMBODO
Ilustrasi Pilkada 

Karena alasan itu, dia meminta anaknya untuk pulang.

Baca juga: Profil dan Biodata Machfud Arifin, Jenderal Polisi yang Maju Pilkada Surabaya 2020, Simak Karirnya

Baca juga: Jangan Keliru, Simak Pengertian Quick Count, Real Count dan Exit Poll, Ramai Dibahas Saat Pemilu

"Dia ketua KPPS (di RS Darurat).

Saya keberatan, takut sampai terjangkit.

Kalau terjangkit saya stres, kepikiran seterusnya," kata orangtua petugas KPPS yang enggan disebutkan namanya.

Ia pun sempat melakukan dialog dengan PPK dan tim dokter di RS Darurat.

Usai berdialog, dia tetap bersikukuh meminta agar anaknya diganti oleh petugas lain.

"Saya punya anak, saya tidak izinkan.

Anak saya pulang, saya tunggu, jangan sampai anak saya masuk," ucap dia.

Karena penolakan itu, ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Krembangan Febryan Kiswanto akhirnya memutuskan untuk mengganti ketua KPPS tersebut dengan petugas lain.

"Untuk bertugas di dalam bisa satu KPPS saja, jadi tidak ada masalah," kata Febry.

Di RS Darurat Lapangan, ada 73 pasien Covid-19 yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Surabaya 2020.

Mereka merupakan pemilih yang telah mengurus formulir A5 atau pindah pilih.

Untuk menggelar pemungutan suara di RS Darurat, PPK Krembangan telah mengerahkan petugas untuk TPS 31.

Ada pula saksi dari kedua paslon dan pengawas TPS.

Mereka, kata Febryan, dibekali alat pelindung diri (APD) lengkap oleh pihak rumah sakit, sebagai upaya perlindungan dan keamanan diri agar tidak tertular virus corona.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved