Virus Corona di Bangkalan

Kecamatan Burneh di Kabupaten Bangkalan Masuk Zona Merah Covid-19, Kapolres: Jangan Remehkan Corona

Kecamatan Burneh di Kabupaten Bangkalan kembali masuk zona merah atau risiko tinggi Covid-19, Jumat (11/12/2020).

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto usai memberangkatkan mobil-mobil polsek yang mendistribusikan 10 ton beras bagi masyarakat terdampak Covid-19 dari Mapolres, Jumat (11/12/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN -Kecamatan Burneh di Kabupaten Bangkalan kembali masuk zona merah atau risiko tinggi Covid-19, Jumat (11/12/2020).

Sedangkan 7 kecamatan lainnya berstatus zona kuning dan 10 kecamatan berstatus zona oranye.

Kecamatan penyangga di sisi timur Kota Bangkalan itu mengakhiri masa 104 hari Bangkalan sebagai kabupaten bebas zona merah Covid-19 sejak 18 September 2020.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Ponorogo Meroket, Satu di Antara Tiga Dokter yang Isolasi Sudah Meninggal Dunia

Baca juga: Pemkab Inginkan Penjualan Batik Tulis Pamekasan Meningkat, Promosi Gencar hingga Tingkat Nasional

Baca juga: 2 Bukti Audi Marissa Bantah Tudingan Hamil di Luar Nikah, Ancam Lapor Polisi: Gue Merasa Ini Fitnah

Baca juga: Daftar Penerima Banpres untuk UMKM Rp 2,4 Juta Desember 2020, Cek Hanya di Link eform.bri.co.id/bpum

Kapolres sekaligus Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan AKBP Didik Hariyanto meminta para personelnya untuk menyamakan frekuensi, merenungkan, dan menyatukan pemikiran atas wabah Covid-19.

"Covid masih ada. Jangan berpikiran under estimate atau meremehkan. Karena virus ini tidak terlihat," ungkap Didik dalam gelar Apel Pendistribusian 10 Ton Beras di Mapolres Bangkalan.

Dalam tiga hari terakhir terhitung 9-11 Desember 2020, tambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sejumlah 28 orang. 

Total jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bangkalan hingga Jumat (11/12/2020) telah menyentuh angka 769 orang.

Didik menjelaskan, dirinya telah menyampaikan kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 terkait beberapa langkah antisipasi sebagai upaya menekan angka penyebaran atau penambahan  jumlah pasien Covid-19.

Salah satunya, lanjut Didik, mengimbau masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah, agar menggunakan fasilitas yang telah disiapkan pemerintah.

Seperti Gedung Balai Diklat di depan Mapolres Bangkalan atau pun di Gedung Balai Latihan Kerja di Dinas Ketenagakerjaan.

"Proses penyembuhan akan cepat. Karena memudahkan pemantauan secara medis dan kedisiplinan pasien," jelasnya.

Baca juga: Tidak Pakai Masker, Warga di Monumen Arek Lancor Pamekasan Diminta Menyanyikan Lagu Kebangsaan

Baca juga: KPU Kabupaten Malang Sebut Rekapitulasi Suara di Kecamatan Butuh Waktu Hingga 17 Desember 2020

Baca juga: Pembobolan Kios di Pasar Srimangunan Terekam CCTV, Pelaku Sempat Buka Rolling Door & Angkat Etalase

Baca juga: Dokter di Kabupaten Ponorogo Positif Covid-19 Meninggal Bersama Janin 7 Bulan yang Dikandungnya

Selain itu, Didik menilai pemanfaatan gedung-gedung yang telah disediakan akan memutus penularan kepada anggota keluarga.

"Sehinga tidak menciptakan transmisi lokal atau klaster rumah tangga," papar mantan Kapolres Pacitan itu.

Pendistribusian beras bagi warga terdampak digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Polres Bangkalan mengerahkan seluruh mobil operasional polsek dan Satuan Sabhara untuk mendistribusikan 10 ton beras.

Didik menegaskan, setiap polsek jajaran di Polres Bangkalan akan mendistribusikan sebanyak 2 kwintal kepada masyarakat terdampak Covid-19 di wilayah masing-masing.

"Siapa saja yang terdampak?  Rekan-rekan polsek sudah ada datanya. Silahkan (beras) diserahkan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved