Berita Jawa Timur

Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka Berpeluang Ditunda, Dinas Pendidikan Jatim Singgung Kasus Covid-19

Dinas Pendidikan Jatim membuka peluang untuk menunda pelaksanaan sekolah tatap muka.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
ilustrasi - siswa mengikuti pembelajaran tatap muka 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Dinas Pendidikan Jatim merencanakan kemungkinan menunda pelaksanaan sekolah tatap muka.

Rencana penundaan pelaksanaan sekolah tatap muka siswa sekolah di Jawa Timur dilakukan mengingat meningkatnya kasus Covid-19 di sejumlah daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi mengungkapkan, pelaksanaan sekolah tatap muka bukan Januari atau Februari, tapi melihat bagaimana kondisi kasus Covid-19 di Jawa Timur.

Baca juga: Jumlah Anggota DPRD Lamongan Positif Covid-19 Bertambah Jadi 16 Orang, Simak Gejala Terpapar Corona

Baca juga: Cari Jamur di Hutan, Pria ini Temukan Mayat Tertelungkup, Korban Diduga Meninggal Sepekan Lalu

Baca juga: Geger Penemuan Mayat di Depan Sekolah SD di Malang, Korban Bawa Fotokopi KTP, Simak Kronologinya

"Karena saat ini wilayah di Jatim tidak ada lagi zona kuning," kata Wahid Wahyudi pada SURYA.CO.ID ( grup TribunMadura.com ), Kamis (10/12/2020).

"Bahkan ada dua wilayah yang zona merah, yakni Jember dan Probolinggo," ungkapnya.

Berdasarkan data hingga tanggal 9 Desember 2020, 36 kabupaten/kota di Jatim berstatus zona oranye penyebaran Covid-19.

Sementara dua daerah lainnya, Jember dan Probolinggo berstatus zona merah penyebaran Covid-19.

"Yang menjadi pegangan saat pelaksanaan sekolah tatap muka pada Januari adalah kondisi Covid-19 di suatu daerah," jelas dia.

"Apabila kondisinya belum memungkinkan digelarnya sekolah tatap muka, maka Jatim akan menunda terlebih dahulu," ujarnya.

Dengan kembali tingginya kasus Covid-19, mantan Kepala Dinas Perhubungan Jatim tersebut mengaku akan memperketat protokol kesehatan saat uji coba sekolah tatap muka di SMA/SMK.

Baca juga: Bawaslu Temukan Stiker Logo Persik Kediri Ditempeli di Surat Suara Pilkada Kediri, Simak Tampilannya

Baca juga: Mabuk Miras, Dua Pemuda Todong Pisau Dapur ke Bapak dan Anak, Ada Faktor Dendam dan Sakit Hati

"Saat ini kami laksanakan uji coba sekolah tatap muka dengan protokol kesehatan ketat termasuk jaga jarak," ungkap dia.

"Kelas yang seharusnya bisa diisi 36 orang siswa, saat ini hanya diisi 18 sampai 19 siswa saja," katanya.

Meski kemungkinan menunda sekolah tatap muka jika kasus Covid-19 masih tinggi, Wahid menegaskan, SMA/SMK di Jatim siap menggelar sekolah tatap muka pada bulan Januari.

"Jatim insyaallah sudah siap melakukan sekolah tatap muka. Artinya sarana dan prasarana menggelar sekolah tatap muka di sekolah negeri swasta sudah siap, SOP sudah siap," katanya.

" Termasuk koordinasi dengan puskemas, rumah sakit terdekat sudah dilakukan. Namun pelaksanaannya tetap menunggu kondisi Covid-19," ujarnya.

Sebelumnya sudah ada sebanyak 1.080 sekolah jenjang SMA/SMK/SLB dari total 4.089 lembaga yang dibuka untuk menjalani tahap uji coba sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved