Breaking News:

Madura United

Cegah Pemain Muda Indisipliner, Madura United Kuatkan Komunikasi Antara Pelatih dan Pemainnya

Madura United memiliki cara tersendiri untuk melatih pemainnya agar tidak melakukan tindakan indisipliner.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
liga-indonesia.id
PSIS Semarang Vs Madura United di Stadion Moch Soebroto, Selasa (17/12/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Madura United memiliki cara tersendiri untuk melatih pemainnya agar tidak melakukan tindakan indisipliner.

Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan kunci agar mencegah pemainnya melakukan tindakan indisipliner yaitu komunikasi.

"Kuncinya satu, komunikasi sama mereka, juga mengingatkan tiada henti sama mereka," kata Rahmad Darmawan pada Surya ( grup TribunMadura.com ), Kamis (10/12/2020).

Baca juga: Pilkada Serentak 2020 Sukses Digelar, Pelatih Madura United Harap Ada Kejelasan Jadwal Kompetisi

Baca juga: Rahmad Darmawan Tak Menampik Pemain Madura United Diminati Klub Luar Negeri: Silakan ke Manajemen

Baca juga: Makan Konate Ikuti Jejak David da Silva Tinggalkan Persebaya Surabaya, Ungkap Alasannya Mundur

Rahmad Darmawan memastikan akan bersikap tegas jika nanti masih saja terdapat pemainnya yang melakukan tindakan indisipliner.

"Tapi kalau toh masih ada pelanggaran-pelanggaran, tentu mekanisme reward dan punishment berjalan," tambah dia.

Seperti diketahui, belakangan ini dunia sepak bola tanah air dibuat heboh akibat dua pemain timnas U-19 dikeluarkan dari program pemusatan latihan.

Keduanya dikeluarkan karena indispliner, dengan mendatangi dunia malam dan datang terlambat saat latihan.

Banyak pihak menyayangkan tindakan dua pemain tersebut.

Sebab, di saat bersamaan, ada jutaan pemain muda menunggu kesempatan agar bisa bergabung dengan timnas Indonesia.

Rahmad Darmawan mengakui menyayangkan tindakan dua penggawa Timnas U-19 itu.

"Tentu semua ada aturan dan batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh," kata dia.

"Dan dalam batasan yang di langgar itu tentu juga ada aturan-aturan untuk menghukum seorang pemain," ucap Rahmad Darmawan 

Soal pengeluaran dari pemusatan timnas U-19, ia meyakini setiap pelatih dan manajemen tim memiliki kebijakan masing-masing.

"Kita harus menghargai setiap keputusan seorang pelatih atau manajemen dalam satu klub mengenai pelanggaran pada pemain yang melanggar disiplin, kita dukung," tambah mantan pelatih timnas U-23 itu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved