Breaking News:

Pilkada Malang

Kalah di Pilkada Malang 2020, Malang Jejeg Lebarkan Sayap ke Pilwali Malang dan Pilwali Batu

Setelah gagal di Pilkada Malang 2020, Malang Jejeg bisa merambah Pilwali Malang dan Pilwali Batu.

TRIBUNMADURA.COM/HAYU YUDHA PRABOWO
peserta Pilkada Malang 2020. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Meski pasangan calon yang diusungnya kalah, Malang Jejeg menegaskan tetap eksis pasca Pilkada Malang 2020.

Pembina Malang Jejeg, Anto Baret menyatakan Malang Jejeg lahir karena keprihatinan di Malang Raya.

"Kami hadir atas keresahahan terhadap tsunami korupsi yang menerjang Malang Raya beberapa waktu lalu. Tiga kepala daerah Malang Raya sekaligus 41 anggota DPRD Kota Malang ditangkap KPK," ujar Anto Baret kepada TribunMadura.com, Minggu (13/12/2020).

Baca juga: Pengamat UB dan UMM Beda Pendapat Soal Raihan Suara SanDi dan LaDub di Pilkada Malang 2020

Baca juga: Modus Penipuan Kode OTP, Rekening Isi Rp 9,5 Juta Milik Pegawai Minimarket di Kota Malang Amblas

Baca juga: Banjir Terjang Dawarblandong Mojokerto, Bantuan Makanan dan Perbaikan Tanggul Jebol Mulai Dilakukan

Baca juga: Pemungutan Suara Ulang Pilkada Surabaya 2020 di TPS 46 Kedurus, Partisipasi Pemilih Turun Signifikan

 Budayawan Malang Raya ini menyiratkan Malang Jejeg bisa jadi kembali muncul di Pilwali Malang dan Pilwali Batu.

"Perjuangan kami tidak akan berhenti untuk membenahi sistem pemerintahan di Malang Raya," ungkapnya.

Anto Baret menuturkan Malang Jejeg merupakan gerakan moral yang misi utamanya memperbaiki Malang Raya dengan filosofi Jejeg.

"Kemungkinan calonnya bisa berubah. Namun terpenting calon itu punya komitmen sesuai misi kami dan bukan hanya janji," jelas pria berambut gondrong ini.

Di sisi lain, Ketua Tim Kerja Malang Jejeg, Soetopo Dewangga mengatakan pasangan Heri Cahyono-Gunadi Handoko legowo menerima kekalahan di Pilkada Malang 2020.

Baca juga: BREAKING NEWS - Polda Jatim Tangkap 4 Tersangka yang Ancam Gorok Mahfud MD

Baca juga: Angka Pengangguran di Sidoarjo Semakin Meningkat, Akibat Banyak PHK di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga: Profil Taylor Swift, Penyanyi Cantik yang Ulang Tahun ke-31, Ini Perjalanan Kariernya di Dunia Musik

Baca juga: Penghasilan Dimas Sebulan Bikin Ngiler, Manajer Sampai Ingatkan Kembaran Raffi Ahmad Tak Boros

"Kami mengakui hasil hitung cepat. Hasil itu sama dengan hitung cepat internal kami. Kami mengakui sekarang kami belum menang," terang Soetopo.

Topo mengajak seluruh simpatisan berjiwa besar menyikapi kekalahan ini.

Kekalahan Sam HC-Gunadi memang cukup kontras.

Selisih suara pasangan independen ini terpaut jauh dari dua pasangan calon lain.

Dalam hasil hitung cepat, perolehan suara Sam HC-Gunadi tidak sampai 15 persen.

Bahkan pasangan Malang Jejeg ini tidak menang di seluruh kecamatan.

"Tetap semangat dan jangan bersedih. Malang Jejeg tidak kemana-mana. Kami tetap ada. Malang Jejeg merupaka organisasi gerakan moral," tegas Topo.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved