Breaking News:

Berita Tuban

Update Kasus Video Parodi Bagi Uang di Depan TPS, Tak Memenuhi Unsur Pidana, ini Penjelasan Bawaslu

Sentra Gakkumdu menggelar konferensi pers terkait video yang sempat viral bagi-bagi uang di TPS 5 Desa Kesamben, Kabupaten Tuban

istimewa
Tangkapan layar video pemuda bagi-bagi uang di depan TPS di Tuban 

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Video viral parodi bagi-bagi uang saat Pilkada 2020 ternyata tak memenuhi unsur pidana.

Bawaslu memutuskan, video yang melibatkan lima orang itu tak memenuhi unsur pelanggaran.

Lima orang yang ada di video tersebut juga sudah diperiksa,

Sentra penegakkan hukum terpadu (Gakkumdu) menggelar konferensi pers terkait video yang sempat viral bagi-bagi uang di TPS 5 Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Rabu (9/12/2020). 

Ungkap kasus yang melibatkan Bawaslu, Polisi dan Kejaksaan itu memutuskan video parodi yang melibatkan lima orang tidak memenuhi unsur pidana. 

Baca juga: Cek Nama Anda di Link, Ternyata Ini Penyebab BLT UMKM Rp 2,4 Juta Tahap 2 Tidak Cair ke Rekening

Baca juga: Katalog Promo Alfamart 14 Desember 2020, Promo Menarik GoPay, ShopeePay Hingga Minyak Goreng Murah

Baca juga: Wasiat Terakhir Lina Sebelum Meninggal Diungkap Sule, Serahkan Harta Kekayaannya ke Putri: Amankan

"Begitu kita kaji dan memeriksa sejumlah saksi, video tidak memenuhi unsur pidana," kata Koordinator Penanganan Pelanggaran Bawaslu Tuban, Ulil Abror Al-Mahmud di pos gakkumdu, Senin (14/12/2020). 

Dijelaskannya, adapun saat video itu mulai viral di hari pencoblosan dia langsung melakukan pengecekan lokasi TPS dan langsung melakukan klarifikasi terhadap pelaku dalam video tersebut. 

Pemuda bernama Lo Ransa Dio yang membagi uang pecahan Rp 100 ribu, bersama adik dan ibunya, teman serta petugas linmas turut diperiksa. 

Petugas gakkumdu juga mengamankan dua handphone dan uang tunai Rp 394 ribu yang digunakan dalam aksi video parodi

Para pelaku dalam video tidak terbukti memenuhi unsur sebagaimana pasal 178 A ayat 1 dan 2 UU 10 tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota menjadi undang-undang

"Tidak ditahan dan sudah pulang ke rumah saat hari itu juga, karena tidak ada yang dipengaruhi untuk memilih, jadi setelah uang dibagi lalu diambil lagi dengan tujuan bercanda," pungkasnya.(nok) 

Penulis: Mohammad Sudarsono
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved