Virus Corona di Tulungagung

Angka Kematian Pasien Covid-19 di Tulungagung Meningkat, Satgas Ingatkan Masyarakat Patuhi Prokes

Angka pasien dan kematian akibat corona naik di Kabupaten Tulungagung. Masyarakat diminta agar mematuhi protokol kesehatan.

Penulis: David Yohanes | Editor: Elma Gloria Stevani
Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung
Peta sebaran pasien Covid-19 di Tulungagung, Senin (14/12/2020). 

TRIBUNMADURA.COM - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Tulungagung dr Kasil Rokhmad mengungkapkan kasus kematian akibat wabah Covid-19 di Kabupaten Tulungagung meningkat dalam waktu empat hari.

Empat pasien Covid-19 asal Kecamatan Pakel meninggal dunia selama empat hari berturut-turut.

Semua pasien meninggal karena mempunyai comorbid ( penyakit penyerta ) dan bukan berasal dari klaster yang sudah terpetakan.

“Tidak ada yang khusus dari rangkaian kejadian itu. Namun ini harus menjadi perhatian masyarakat, jangan sakit karena Covid-19,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rokhmad, Senin (14/12/2020).

dr Kasil Rokhmad menegaskan, masyarakat wajib waspada karena saat ini terjadi ledakan jumlah pasien Covid-19.

Baca juga: 4 Wilayah Pamekasan Mulai Digenangi Banjir dari Aliran Sungai, Tinggi Air Capai Selutut Orang Dewasa

Baca juga: Cerita Sukati dan Gito Selamat Setelah Rumahnya Rusak Tertimpa Longsor di Pamongan Kabupaten Kediri

Baca juga: Remaja Perempuan yang Terseret Banjir Kali Lamong Kabupaten Gresik Ditemukan Meninggal Dunia

Baca juga: REAL COUNT KPU PILKADA SUMENEP 2020 Senin 14 Desember, Data Masuk 94,04%, Achmad Fauzi Masih Unggul

Apalagi bagi mereka yang punya penyakit penyerta, wajib ekstra waspada dari paparan Covid-19.

“Hindari keluar rumah yang tidak penting, serta membatasi kontak dengan orang. Mereka berisiko tinggi, sementara Covid-19 masih merebak,” tegas dr Kasil Rokhmad.

dr Kasil Rokhmad meminta media dan kelompok masyarakat kembali menggaungkan protokol kesehatan.

Di antaranya adalah memakai masker dengan cara benar, dan rajin cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

Selain itu membatasi kegiatan, seperti yang pernah dilakukan di saat awal masa pandemi.

“Sekarang sepertinya tidak mungkin kita memberlakukan pembatasan lagi. Karena itu patuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Rumah Sakit Penuh

Dr Kasil mengungkapkan, pada Senin siang RSUD dr Iskak tidak bisa menerima rujukan pasien Covid-19.

Kondisi ini dikarenakan jumlah pasien baru lebih tinggi dibanding pasien yang sembuh, dalam beberapa hari terakhir.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved