Breaking News:

Aksi 1812 di Istana Negara Jumat Besok Tak Diizinkan Polda Metro Jaya, Ini Beberapa Alasan Polisi

Massa gabungan ormas Islam berencana gelar Aksi 1812 di Istana Negara Jakarta, tapi Polda Metro Jaya tegas menolak mengeluarkan izin aksi tersebut.

Editor: Mujib Anwar
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Umat muslim ketika mengikuti Aksi 212 di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/2/2017). 

TRIBUNMADURA.COM, JAKARTA - Sejumlah massa dari gabungan Ormas Islam berencana menggelar Aksi 1812 di Istana Negara Jakarta. Massa tersebut tergabung dalam wadah ANAK NKRI.

Namun, pihak kepolisian, dalam hal ini Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan izin Aksi 1812 tersebut.

Alasannya, Aksi 1812 di Istana Negara itu berpotensi menimbulkan kerumunan massa, karena sekarang masih dalam pandemi Covid-19.

Pihak kepolisian juga menyatakan, bahwa hal itu sebagai upaya preventif agar tidak ada kerumunan di Ibu Kota Jakarta.

Diketahui dari poster yang diterima Tribunnews, sejumlah tuntutan oleh ANAK NKRI akan disuarakan dalam aksi Jumat besok.

Tuntutan pertama yakni meminta pengsutan tuntas terhadap enam laskar FPI yang tewas oleh polisi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Tuntutan kedua yakni meminta Imam Besar Habib Rizieq Shihab yang ditahan di Polda Metro Jaya agar dibebaskan.

Kemudian, tuntutan ketiga yakni meminta agar kriminalisasi terhadap ulama dihentikan.

Selain itu, mereka juga menegaskan agar tak ada lagi diskriminasi hukum.

Polda Metro Jaya menegaskan tak mengeluarkan izin atau Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) terkait rencana Aksi 1812 yang digelar oleh gabungan ormas Islam dalam wadah ANAK NKRI.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved