Breaking News:

Virus Corona di Gresik

Sekolah Tatap Muka Tergantung Perkembangan Covid-19 di Gresik, Tiap Kecamatan Ditunjuk 1 Sekolah

Pemerintah Kabupaten Gresik tak bisa memastikan waktu pembelajaran atau sekolah tatap muka dimulai. 

Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNJATIM.COM
Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto melihat proses belajar di sekolah tangguh semeru, Rabu (9/9/2020). 

TRIBUNMADURA.COM - Pemerintah Kabupaten Gresik tak bisa memastikan waktu pembelajaran atau sekolah tatap muka dimulai. 

Pasalnya, Pemkab Gresik masih menunggu perkembangan terbaru Covid-19 di Kabupaten Gresik.

Sejak awal Desember kemarin, zona Covid-19 di Kabupaten Gresik berubah warna.

Berdasarkan laporan Satgas Covid-19, kasus konfirmasi positif tidak sampai 10 setiap harinya.

Sesuai jadwal yang ditetapkan saat rapat Satgas Covid-19, awal Desember kemarin seharusnya dimulai uji coba Pembelajaran Tatap Muka.

Baca juga: Fakta-fakta Tania Ayu, Artis Sekaligus Model Majalah Dewasa yang Dikaitkan dengan Kasus Prostitusi

Baca juga: Kronologi Bengkel Motor Ponorogo Terbakar, Berawal dari Lilin yang Diletakkan di Atas Ari-ari Bayi

Baca juga: 20 Lagu Natal untuk Meriahkan Natal 2020: All I Want for Christmas is You hingga Jingle Bell Rock

Dinas Pendidikan pun sudah selesai mendata lembaga mana saja yang akan ikut uji coba. Namun sampai saat ini, pelaksanaan uji coba itu belum juga ada tanda-tanda akan dimulai.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, mengatakan Perbup 50 tahun 2020 tentang Pembelajaran Tatap Muka sudah ditandatangani.

Disinggung mengenai apakah akan dilaksanakan sesuai jadwal, pihaknya belum bisa memastikan.

Sambari tidak ingin ada klaster baru di sekolah.

Baca juga: Gading Marten Dicium Mesra Model Cantik Karen Nijsen, Punya Pacar Baru Pengganti Gisella Anastasia?

Baca juga: Masa Reses, Anggota DPR RI Asal Madura Dapat Keluhan Soal Dampak Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19

Baca juga: Machfud-Mujiaman Bawa Hasil Putusan Pilkada Surabaya 2020 ke MK, Begini Sikap Eri Cahyadi-Armuji

“Di dalam Perbup itu ada pasal jika ada lonjakan Covid-19 pembelajaran tatap muka akan menjadi suatu pertimbangan,"  kata Sambari, Jumat (18/12/2020).

Apabila kasus Covid-19 terus turun maka Perbup 50 tahun 2020 itu akan tetap dilaksanakan. PTM bisa tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Penerapan menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan atau yang lebih dikenal 3M menjadi hal yang wajib diterapkan di sekolah.

Kepala Dispendik Gresik Mahin, dalam pelaksanakan PTM nanti, tidak semua lembaga pendidikan melaksanakannya.

Di tahap awal, akan ditunjuk satu kecamatan satu sekolahan meliputi satu SD/MI, satu SMP/MTs, dan satu SMA/SMK.

"Kami tetap lihat dulu zona pandeminya dan rekom dari satgas Covid-19," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved