Virus Corona di Nganjuk

3 Rumah Sakit Rujukan di Nganjuk Terisi Penuh, Hanya Gedung Mpu Sindok yang Terima Pasien Covid-19

Hanya tinggal satu rumah sakit yang masih dapat menerima pasien Covid-19 di Kabupaten Nganjuk

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
ilustrasi - Tim Covid-19 Hunter Jatim melakukan rapid test terhadap seorang bocah 

TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - Tempat perawatan dan isolasi pasien Covid-19 di tiga rumah sakit rujukan di Kabupaten Nganjuk sudah terisi penuh.

Ketiga rumah sakit rujukan itu di antaranya, RSUD Nganjuk, RSUD Kertosono, dan RS Bhayangkara Nganjuk.

Hanya satu rumah sakit yang masih dapat menerima pasien Covid-19 di Kabupaten Nganjuk, yaitu rumah sakit darurat di gedung Mpu Sindok.

Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya berupaya mempercepat penyiapan rumah sakit darurat kedua di salah satu hotel milik Pemkab Nganjuk di Desa Sawahan.

Baca juga: Operasi Lilin Semeru 2020 di Bangkalan, Cegah Klaster Baru Covid-19 saat Libur Natal dan Tahun Baru

Baca juga: Sempat Membaik, Perawat di Mojokerto Suspect Covid-19 Meninggal Dunia, Punya Gejala Demam dan Batuk

Baca juga: Jasa Pembuatan Surat Keterangan Hasil Rapid Test Palsu Dibongkar Polisi, Patok Rp 100 Ribu Per Orang

"Kalau tidak salah nanti di rumah sakit darurat kedua tersebut ada sekitar 54 bed tempat tidur untuk isolasi dan perawatan bagi pasien positif corona," kata Marhaen Djumadi, Senin (21/12/2020).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, saat ini jumlah pasien positif corona di Kabupaten Nganjuk mencapai 107 kasus yang menjalani perawatan.

Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah bila mengingat jumlah warga masuk kategori kontak erat mencapai lebih dari 6.186 orang.

Jumlah komulatif kasus positif virus corona di Kabupaten Nganjuk telah mencapai 964 kasus.

"Dan yang dikhawatirkan untuk jumlah meninggal dunia kasus positif corona di Kabupaten Nganjuk mencapai 100 orang," kata dia.

"Ini menjadi perhatian serius kami dalam penanganan covid-19," ucap Marhaen Djumadi yang juga Wakil Bupati Nganjuk tersebut.

Untuk itu, dikatakan Marhaen Djumadi, pihaknya mengharapkan masyarakat untuk tidak lalai dan teledor dalam mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Cegah Banjir Tahunan di Sampang, Gubernur Siap Normalisasi Sungai Kemuning dan Rancang Floodway

Baca juga: Cara Menghapus Akun IG, Simak Langkah-Langkah Menonaktifkan Instagram secara Permanen dan Sementara

Masyarakat diminta tetap disiplin menjalankan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Disamping itu, tambah Marhaen Djumadi, pihaknya mengharapkan semua kegiatan yang pernah dilaksanakan di seluruh desa di Kabupaten Nganjuk dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19 harus kembali digalakkan.

pabila orang tersebut terindikasi orang tanpa gejala (OTG) atau status covid-19 lainya bisa dilakukan isolasi di rumah singgah di masing-masing Desa.

"Jadi saat ini Satgas berupaya mendorong warga dan Pemerintah Desa kembali memperketat wilayahnya masing-masing dari penyebaran virus corona," katanya.

"Silahkan semuanya siaga karena saat ini kasus positif corona di Kabupaten Nganjuk mengalami lonjakan signifikan," tutur Marhaen Djumadi. (aru/Achmad Amru Muiz)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved