Breaking News:

Virus Corona di Ponorogo

Kematian karena Covid-19 di Kabupaten Ponorogo Naik, Kadinkes Peringatkan OTG: Patuh Isolasi Mandiri

Selama tiga hari terakhir (19-21/12/2020) terdapat 4 pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Ponorogo.

covid19.go.id
Ilustrasi virus corona. 

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Tingkat kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Ponorogo terus meningkat.

Selama tiga hari terakhir (19-21/12/2020) terdapat 4 pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Rahayu Kusdarini menyebutkan tingginya angka mortalitas tersebut diiringi tingginya penularan Covid-19 di Bumi Reog.

Salah satu penyebab tingginya penularan tersebut karena pasien tanpa gejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG) yang tidak disiplin melakukan isolasi mandiri.

"Dirinya (OTG) sehat-sehat saja tapi ketemu orang lain bisa tertular lalu tidak tahan, akhirnya berjatuhan suspek," ucap Irin, sapaan Rahayu Kusdarini, Selasa (22/12/2020).

Irin menjelaskan mayoritas pasien yang meninggal adalah yang sudah lanjut usia dan mempunyai komorbid atau penyakit penyerta.

"Pasien ini memang tidak ada yang kemana-mana, tapi bisa saja ketemu dengan cucunya ternyata cucunya OTG yang tidak ketahuan, kan juga bisa saja," ucap Irin.

"Jadi ini rangkaian ketika merasa sehat-sehat saja, dia OTG tapi tidak patuh isolasi mandiri, makanya jadi kena yang lain," lanjutnya.

Dari situ, Irin mengungkapkan penularan transmisi lokal di Ponorogo saat ini sudah sangat tinggi.

Sehingga banyak muncul klaster-klaster baru di Ponorogo terutama Klaster Keluarga.

Per Senin (21/12/2020) angka kumulatif Covid-19 di Ponorogo mencapai 1091 kasus.

Dari jumlah tersebut, 40 pasien diantaranya telah meninggal dunia.

Lalu 826 pasien telah dinyatakan sembuh dan 225 pasien sedang menjalani isolasi atau perawatan.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved