Breaking News:

Virus Corona di Mojokerto

4 RS Non Rujukan di Kota Mojokerto akan Dilibatkan untuk Penuhi Jumlah Tempat Tidur Isolasi Covid-19

Empat rumah sakit non rujukan Pasien Covid-19 di Kota Mojokerto sudah komitmen dengan Dinkes untuk menyediakan tempat tidur isolasi Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi dan Dinas Kesehatan mengunjungi ruangan isolasi Covid-19 rumah sakit non rujukan di RS Emma. 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Tim Satgas Covid-19 melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) visitasi dalam rangka monitoring dan evaluasi di sejumlah rumah sakit non rujukan pasien Covid-19,

Monitoring dan evaluasi adalah upaya kesiapan pelayanan kesehatan penanganan pandemi virus corona di Kota Mojokerto.

Kegiatan ini menyusul membludaknya kasus Covid-19 secara Nasional termasuk di Kota Mojokerto akhir bulan ini sehingga ketersediaan tempat tidur di ruangan isolasi rumah sakit Overload.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan masih dua rumah sakit rujukan Covid-19 yakni di RSUD Wahidin Sudiro Husodo dan rumah sakit BUMN milik PTPN X sesuai SK dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sedangkan, ada empat rumah sakit non rujukan Covid-19 di Kota Mojokerto.

Baca juga: Keponakan Menko Polhukam Menilai Mahfud MD dan Gus Yaqut Duet yang Tepat dalam Menangkal Radikalisme

Baca juga: Bangkalan Tambah 46 Kasus Positif Covid-19 Dalam 4 Hari, Operasi Lilin Semeru 2020 Sebar 1000 Masker

Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan Ibu Rumah Tangga di Tulungagung, Budi Lakukan Kekerasan Seksual pada Korban

"Kami dari Satgas Penanganan Covid-19 mengupayakan bagaimana enam rumah sakit di Kota Mojokerto yang khususnya empat rumah sakit non rujukan ini (Pasien Covid-19, Red) sudah komitmen dengan Dinkes untuk menyediakan tempat tidur isolasi Covid-19," ungkapnya usai kegitan visitasi di RS Kamar Medika, Rabu (23/12/2020).

Ning Ita menyebut upaya peningkatan jumlah tempat tidur ruangan isolasi dalam rangka membantu penanganan terkait lonjakan kasus Covid-19 dalam satu bulan terakhir secara Nasional termasuk di Kota Mojokerto.

"Sidak kita ini memastikan tambahan jumlah tempat tidur tersebut memang sudah sesuai dengan standar Kemenkes dan sarana prasarana maupun SOP dalam menerima pasien Covid-19 yang akan diisolasi dalam empat rumah sakit non rujukan," jelasnya.

Tim Satgas Penanganan Covid-19 yang dipimpin Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi dan Dinas Kesehatan mengunjungi rumah sakit non rujukan yaitu RS Emma dan RS Kamar Medika.

Sedangkan, Tim II melakukan Monev di RS RSI Hasanah dan RS Reksa Waluya.

"Ada beberapa rumah sakit non rujukan yang kita kunjungi hari ini belum sepenuhnya sesuai dengan SOP Kemenkes namun keterbatasan tersebut kita mengupayakan bagaimana tetap bisa menyediakan dan menampung ketika terjadi lonjakan jumlah pasien Covid-19," terangnya.

Menurut dia, memang dua rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kota Mojokerto sudah Over kapasitas. Pihaknya telah mengupayakan adanya penambahan jumlah tempat tidur di dua rumah sakit rujukan Covid-19 tersebut.

"Jadi penambahan jumlah tempat tiduruntuk dimaksimalkan dengan ketersediaan lahan dan sarana prasarana yang ada di empat non rujukan ini," paparnya.

Ditambahkannya, pihaknya berharap penambahan jumlah tempat tidur isolasi di rumah sakit non rujukan ini dapat membantu penanganan Pandemi di Kota Mojokerto.

"Paling tidak masing-masing ada penambahan 10 tempat tidur dari sebelumnya (RS Non Rujukan)," ucap Ning Ita.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved