Breaking News:

Berita Malang

Okupansi Hotel di Kota Malang Menurun Sejak Ada Aturan Wisatawan Wajib Bawa Rapid Test Antibodi

Terjadi penurunan okupansi hotel di Kota Malang setelah adanya aturan wisatawan membawa hasil rapid tes antibodi.

Penulis: Mohammad Rifky Edgar | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/AMINATUS SOFYA
pekerja di Hotel Amaris Malang membersihkan kamar hotel dengan mengenakan alat pelindung diri, Senin (15/6/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Aturan yang mengharuskan wisatawan dari luar Kota Malang untuk membawa hasil rapid test antibodi ternyata berdampak terhadap penurunan okupansi hotel di Kota Malang.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki mengatakan, banyak para tamu hotel yang membatalkan kunjungannya ke Kota Malang.

Menurut dia, pembatalan tersebut imbas dari adanya aturan yang mengharuskan tamu dari luar kota untuk menunjukkan hasil rapid tes antibodi.

Baca juga: Permintaan Khusus Risma Pada Jokowi Usai Ditunjuk Jadi Menteri Sosial, Singgung Soal Kota Surabaya

"Pembatalan kalau kami rekap ada sekitar 20-30 persen. Dari hotel ada yang bilang setengah, ada juga yang masih jalan," saat dihubungi, Rabu (23/12).

Agoes menyampaikan, bahwa sejak adanya SE Wali Kota Malang nomor 34 Tahun 2020, hotel-hotel atau tempat penginapan di Kota Malang telah melakukan sosialisasi kepada tamu yang akan menginap.

Sosialisasi tersebut dilakukan melalui telepon ataupun chat melalui aplikasi pesan teks.

"Kalau tanggapannya dari tamu ada yang menyadari dan mengikuti aturan, tapi ada juga yang membatalkan," terangnya.

Dengan adanya aturan tersebut, Agoes pun meminta kepada semua pihak agar sama-sama menjaga kesadarannya karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

Dia juga berharap, nantinya akan ada solusi yang baik untuk meningkatkan kembali gairah wisata di Kota Malang.

Mengingat, saat ini merupakan libur panjang Natal dan Tahun Baru yang diprediksi, bakal ada lonjakan wisatawan yang akan datang ke Kota Malang.

"Target okupansi kami 50 persen. Tapi semoga saja bisa lebih. Intinya itu kita semua sama-sama menjaga kesadaran, dan kami dari hotel tetap semangat serta memaklumi semua yang ada. Kalau baik, pasti tidak ada masalah," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved