Breaking News:

Berita Malang

Wali Kota Malang Kantongi Titik-Titik Rawan Potensi Radikalisme dan Terorisme saat Natal-Tahun Baru

Pemkot Malang dan Forkopimda mengadakan rapat koordinasi untuk mengantisipasi ancaman radikalisme dan terorisme di Balaikota Malang, Rabu (23/12/2020)

Humas Pemkot Malang
Rapat Koordinasi Forkopimda jelang Natal dan Tahun Baru di Balai Kota Malang, Rabu (23/12/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pemerintah Kota Malang bersama Forkopimda Kota Malang mengadakan rapat koordinasi untuk mengantisipasi ancaman radikalisme dan terorisme di Balaikota Malang, Rabu (23/12/2020).

Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Ketua DPRD Kota Malang, perwakilan dari Kapolresta Malang, Kota, Kodim 0833 dan Kejaksaan Negeri Kota Malang.

Sutiaji menjelaskan, rakor tersebut juga mendengarkan laporan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Malang (Bakesbangpol) tentang gejolak dan dinamika politik yang terjadi di Kota Malang.

Baca juga: Peringati Hari Jadi Kabupaten Sampang ke-397, Bupati Slamet Junaidi Ziarah ke Makam Leluhur

Baca juga: Keponakan Menko Polhukam Menilai Mahfud MD dan Gus Yaqut Duet yang Tepat dalam Menangkal Radikalisme

Baca juga: Rumah Dinas Risma Dikepung Karangan Bunga Berisi Ucapan Selamat atas Tugas Baru Sebagai Mensos

"Situasi politik di Kota Malang sedang agak meninggi. Kita harus meningkatkan kewaspadaan berkaitan dengan masalah radikalisme dan terorisme," ucapnya.

Sutiaji menambahkan, bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terkait dengan potensi radikalisme dan terorisme yang bisa saja terjadi di Kota Malang.

Pihaknya juga telah memantau di titik-titik mana saja yang kemungkinan bisa menjadi aksi mereka.

"Kami sudah memantau dan memetakan titik-titiknya. Lokasinya rata, ada di lima kecamatan di Kota Malang," ucapnya.

Selain itu, Sutiaji juga menekankan kewaspadaan terkait dengan Covid-19. Dia meminta kepada semuanya agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan

"Begitu juga berkaitan dengan protokol kesehatan. Di gereja-gereja semua sudah terpantau. Di masjid pun juga. Bahkan seperti di Masjid Noor Kidul Pasar, yang biasanya menggelar shalawatan dengan jemaah ribuan orang, tahun ini ditiadakan sementara. Mereka mengikuti surat edaran yang telah kami terbitkan," tandasnya.

Penulis: Mohammad Rifky Edgar
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved