Breaking News:

Berita Surabaya

BMKG Prediksi Curah Hujan Meningkat di Hampir Seluruh Jawa Timur di Awal 2021, Minta Warga Waspada

Pada bulan Januari dan Februari 2021, diprediksi akan ada peningkatan curah hujan di seluruh daerah di Jawa Timur. Prediksi ini disampaikan oleh BMKG

SHUTTERSTOCK/CHOKCHAI POOMICHAIYA
Ilustrasi musim hujan - BMKG prediksi intensitas hujan akan meningkat di awal tahun 2021 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA -Pada bulan Januari dan Februari 2021, diprediksi akan ada peningkatan curah hujan di seluruh daerah di Jawa Timur.

Prediksi ini disampaikan langsung oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Pada bulan tersebut, BMKG menyebut jika hampir seluruh wilayah Jawa Timur akan mengalami puncak musim hujan.

Sementara pada bulan Desember 2020, cenderung mengalami peningkatan curah hujan di seluruh daerah.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda Surabaya, Arif Krisna, menuturkan, intensitas jumlah curah hujan di Bulan Desember antara lain sedang hingga lebat. 

"Nanti puncaknya musim hujan dengan intensitas sedang sampai lebat, kami prediksi terjadi pada Januari Februari," paparnya, Jumat siang (25/12/2020).

Baca juga: Dikenal Pelit, Intip Kehidupan Raja ini yang Terlampau Hemat Meski Tiap Malam Selalu Kelelahan

Baca juga: Cara Sembuh dari Gejala Covid-19, Bisa Diobati Tanpa ke Rumah Sakit, Cek Tindakan Versi Dokter ini

Baca juga: Malu Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa di Madura ini Rela Jualan Kopi Keliling Demi Bayar Kuliah

Menurutnya, potensi bencana alam banjir masih ada di wilayah jatim.

Terutama di daerah aliran sungai (DAS). Sehingga, Arif menghimbau bagi masyarakat agar lebih waspada.

Perubahan cuaca bisa terjadi sewaktu waktu.

Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi intensitas jumlah curah hujan. Salah satunya adalah gangguan perubahan arah angin atau biasa disebut Siklon Tropis. Untuk Bulan Desember, angin cenderung berasal dari arah barat.

"Begitu juga di Bulan Januari dan Februari, angin berasal dari arah barat," imbuhnya.

Kecepatannya, lanjut Arif Krisna, 10 sampai 30 Km per jam. Kondisi tersebut bisa berubah lebih kencang dengan munculnya Awan Cumulonimbus atau Awan CB, bisa mencapai 60 Km per jam. Hanya saja, bersifat sementara 

Awan tersebut merupakan satu dari jenis awan yang dikenal menghasilkan cuaca buruk. Seperti hujan, petir dan cuaca dingin lainnya.

"Untuk masyarakat diharapkan waspada terhadap hembusan angin kencang sesaat yang berasal dari Awan CB. Hindari papan papan reklame, pohon tumbang. Jika dalam perjalanan berhenti terlebih dahulu. Segera mencari tempat perlindungan yang aman," pesannya.

Pemerintah, tuntas Arif, melalui dinas terkaitnya perlu merampingkan pohon pohon yang lebat untuk menghindari tumbang akibat hembusan angin kencang. 

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved