Berita Viral
VIRAL Anggota DPRD Geram Usai Keruk Aspal Pakai Tangan Kosong, Diduga Asal Jadi, ini Kesaksian Warga
Video viral Anggota DPRD geram melihat pengerjaan jalan aspal yang diduga asal-asalan. Aspal dikeruk menggunakan tangan kosong itu langsung terangkat
TRIBUNMADURA.COM - Video viral Anggota DPRD geram melihat pengerjaan jalan aspal yang diduga asal-asalan.
Hal tersebut terlihat saat Anggota DPRD itu mengeruk aspal hanya menggunakan tangan kosong.
Seketika, aspal yang dikeruk menggunakan tangan kosong itu langsung terangkat, padahal jika pengerjaan aspal itu bagus, aspal akan keras dan susah untuk diangkat pakai tangan kosong.
Melihat temuan ini, Anggota DPRD itu geram.
Selain itu, warga juga memberikan kesaksiannya mengenai pengerjaan proyek tersebut.
Baca juga: Maksud Tersembunyi Teddy Ganggu Keluarga Sule Dibongkar Mbak You: Dia Tidak Mau Susah, Maunya Duit
Baca juga: Beda Urusan Perayaan Natal Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, Tradisi Pulang Kampung Perbedaannya?
Baca juga: Taurus Merasa Stres Hingga Leo Alami Gangguan, Simak Peruntungan Para Zodiak Jumat 25 Desember 2020
Anggota DPRD Muaraenim Dapil IV, dibuat geram atas tindakan yang di lakukan oleh kontraktor yang mengerjakan proyek pengaspalan overlay ruas jalan Pulau Panggung menghubungkan Talang Barisan Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL), Kamis (24/12/2020).
Hal ini terungkap dalam video yang mendadak viral di media sosial.
Dalam video itu, dimana salah satu wakil rakyat yang sedang melaksanakan reses di Dapil IV menemukan proyek pengaspalan ruas jalan yang diduga pengerjaannya asal-asalan alias amburadul.
Menurut info perbaikan jalan tersebut bersumber dari dana APBD tahun 2020 dengan pagu anggaran pekerjaan sebesar Rp5.867.739.000.
Namun sayangnya, diduga karena dikerjakan asal jadi, membuat aspalnya dengan mudah mengelupas hanya cukup dikeruk menggunakan tangan telanjang oleh salah satu anggota DPRD Muaraenim yang terlihat dalam video tersebut.
Adanya temuan proyek yang diduga dilaksanakan dengan asal-asalan tersebut pun dibenarkan oleh salah satu anggota DPRD Muaraenim, juga berasal dari Dapil IV,Abrianto.
"Ya betul, temuannya memang seperti itu, aspal sangat rapuh dan mudah mengelupas dengan diangkat hanya menggunakan tangan,” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa temuan proyek yang diduga tidak sesuai spesifikasi tersebut terjadi saat ia bersama Komisi II yakni Yusran Efendi dari Partai Golkar, Afran dari PDI-P, Suprianto dari PPP dan Candra dari PKB sedang melakukan reses di Dapil IV.
"Dimana kami mendapati proyek pengaspalan overlay ruas jalan Pulau Panggung menghubungkan Talang Barisan Desa Babatan diduga asal-asalan."
"Ketebalan aspal diperkirakan tidak mencapai 3 cm.
Selain itu aspal tidak merekat dengan kuat sehingga mudah mengelupas."
"Selain itu pengakuan dari masyarakat setempat sebelum pengaspalan badan jalan tidak dibersikan terlebih dahlulu tapi langsung dilakukan penghamparan aspal."
Baca juga: 45 Ucapan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru yang Bisa Dibagikan ke Facebook, WhatsApp dan Instagram
Baca juga: 30 Ide Ucapan Selamat Hari Natal 2020 Bahasa Inggris dan Arti, Bisa Dishare di FB, Instagram dan WA
Baca juga: Download Lagu Sia - Snowman Populer di TikTok dan Youtube, Simak juga Cara Downloadnya
"Aspal tersebut sudah dingin serta tidak dilakukan pemadatan aspal dengan alat berat asphalt finisher dan tandem roller," jelasnya.
Ia juga mengatakan terkait temuan tersebut, ia bersama rekannya yang lain dari komisi teknis (Komisi II) akan menindak lanjutinya dengan memanggil kontraktornya selaku pelaksana pengekerjaan proyek.
"Tak hanya itu saja, kita juga akan panggil, PPK dan Kepala Dinas PUPR untuk memberikan penjelasan terkait pekerjaan yang menggunakan anggaran miliran dari dana APBD tersebut," katanya.
Di lain pihak, Video yang viral tersebut pun mendapat tanggapan dari Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Muaraenim,Imam Mahmudi.
Mereka juga menyayangkan proyek perbaikan jalan yang diduga dilaksanakan asal-asalan tersebut.
"Ya tentu saja ini sangat kita sayangkan, dan kita minta proyek tersebut jangan dibayar dulu oleh pak bupati, sampai benar-benar diperbaikan sesuai spesifikasi, suruh kontraktornya untuk bertanggung jawab,"katanya.
Tidak hanya itu saja,lanjutnya kontraktornya bisa diberikan sanksi tegas.
"Kita menangih janji pak Bupati yang akan melakukan blacklist terhadap kontraktor nakal, ini salah satu buktinya (Kontraktor nakal),"pungkasnya.
(TribunSumsel.com, Ika Anggraeni)