Breaking News:

Berita Surabaya

Piala Dunia U-20 Ditunda, Bagaimana Nasib Stadion Gelora Bung Tomo dan Stadion Gelora 10 November?

Piala Dunia U-20 yang akan digelar Indonesia pada tahun 2021 akhirnya ditunda oleh FIFA dengan alasan masih pandemi Covid-19. Gelaran mundur ke 2023.

TRIBUNMADURA.COM/KHAIRUL AMIN
Bench pemain baru yang dipasang di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA -  Piala Dunia U-20 yang akan digelar Indonesia pada tahun 2021 akhirnya ditunda oleh FIFA dengan alasan masih pandemi Covid-19. Gelaran itu mundur ke 2023.

Begitu juga untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang telah menyiapkan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sebagai lokasi pertandingan dan Stadion Gelora 10 November untuk latihan.

Lantas bagaimana nasib Stadion Gelora Bung Tomo yang tengah direnovasi untuk event tersebut?

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Surabaya, Edi Santoso menyebut akan berkoordinasi dengan PSSI terkait nasib stadion selama dua tahun ke depan.

Baca juga: Sebanyak 37 BPC HIPMI Pamekasan Resmi Dilantik, Rencana Wujudkan Program Seribu Pengusaha Baru

Baca juga: Rumah Warga Desa Singkil Ponorogo Hangus Terbakar, Diduga Akibat Arus Pendek Listrik di Kamar

Baca juga: Ditanya Roy Marten Kapan Nikahi Karen Nijsen, Gading Salting, Sang Ayah Panik Dengar Jawaban Anaknya

Mengingat FIFA telah kembali menunjuk Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun 2023 mendatang pasca menunda gelaran level internasional ini karena alasan pandemi skala global.

"Semua lapangan siap tapi dengan penundaan ini kita akan konsultasikan ke PSSI untuk bagaimana sarana dan prasarananya. Intinya kita butuh komunikasi ke PSSI maupun Pemprov," kata Edi Santoso, Sabtu (26/12/2020).

Edi menyebut sejatinya proses renovasi stadion baik di GBT maupun G10N telah tuntas dan siap pakai, hanya saja memang harus dikoordinasikan dengan PSSI terkait penggunaan selama dua tahun ke depan.

Langkah ini dilakukannya agar stadion yang nantinya akan digunakan untuk kepentingan Piala Dunia U-20 2023 tetap terjaga pasca dilakukan sejumlah renovasi meliputi tribun, rumput dan ruang ganti.

"Untuk bagaimana penggunaan selama dua tahun ini boleh dan tidaknya nanti akan kita bicarakan bersama," sambung Edi.

Kalaupun nantinya Stadion GBT ataupun G10N yang akrab dikenal Tambaksari ini dibuka untuk umum, Edi mengingatkan pihak penyewa harus mengikuti prosedur yang diatur dalam Perda Perwali.

Alhasil termasuk Persebaya Surabaya bila ingin menggunakan stadion tersebut untuk latihan ataupun pertandingan harus berkoordinasi dan mengikuti aturan yang telah ditentukan.

Hanya saja,Perda Perwali untuk menggunakan Stadion GBT ataupun G10N masih dalam proses pembahasan oleh DPRD.

"Ketika bisa dipake, ya boleh, mau Persija, PSM, Barito ora (tidak) masalah. Yang penting sesuai ketentuan karena dibuat untuk umum, khususnya orang Surabaya. Ini pajaknya rakyat Surabaya, bukan dibuatkan untuk sekelompok orang," tegasnya.

Penulis: Ndaru Wijayanto
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved