Virus Corona di Nganjuk

Alami Over Kapasitas, RSUD Nganjuk Dirikan Tenda Darurat untuk Tangani Pasien Covid-19

RSUD Nganjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan pasien Covid-19 mendirikan tenda darurat.

ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk berkoordinasi di depan tenda darurat untuk perawatan pasien covid-19 di RSUD Nganjuk. 

TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - Bertambahnya kasus baru Covid-19 di Kabupaten Nganjuk memaksa RSUD Nganjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan untuk mendirikan tenda darurat.

"Pihak RSUD Nganjuk sebetulnya sudah menambah ruang isolasi dan perawatan Covid-19 di ruang perawatan pasien biasa," kata Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, Marhaen Djumadi, Minggu (27/12/2020).

"Tapi ternyata belum mencukupi untuk menampung pasien positif corona sehingga didirikan tenda perawatan," sambung dia.

Sebelumnya, tiga rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kabupaten Nganjuk mengapami over kapasitas.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Blitar Bertambah 83 Kasus dalam 2 Hari, Pemkot Maksimalkan Rumah Isolasi

Baca juga: RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Siapkan Dua Tenda Darurat, Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Baca juga: Setiap Kepala Desa di Kabupaten Malang Dapat Sepeda Motor Dinas Baru, Pemkab Kucurkan Dana Rp13 M

Melihat perkembangan kasus positif corona tersebut, dikatakan Marhaen Djumadi, Satgas Covid-19 sangat berharap masyarakat disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak). 

Kata dia, saat ini tidak ada tempat di RSUD Nganjuk untuk isolasi dan perawatan pasien Covid-19 gejala sedang atau berat.

"Kalau anda sakit, adanya ruang isolasi di tenda darurat RSUD Nganjuk," tandas Marhaen Djumadi yang juga Wakil Bupati Nganjuk tersebut.

Sementara Wakil Direktur Pelayanan RSUD Nganjuk, Tien Farida Yani mengatakan, meningkatnya kasus Covid-19 membuat IGD RSUD Nganjuk tak mampu lagi menampung pasien.

Pihak RSUD Nganjuk bekerja sama dengan BPBD dan Dinas Sosial PPPA membangun tenda darurat untuk pasien.

"Sudah hampir satu minggu terakhir ini pasien Suspect Covid-19 di IGD selalu stagnan dan memenuhi ruangan hingga teras IGD," ucap dia.

"Ini karena memang ruang kami sudah tidak mampu menampung pasien lagi, padahal kami baru saja menambah kapasitas 28 tempat tidur isolasi," kata Tien Farida Yani.

Untuk itu, dikatakan Tien Farida Yani, pad ahari libur Natal dan Tahun Baru pihaknya segera melaporkan dan meminta izin kepasa Direktur RSUD Nganjuk untuk berkoordinasi dengan Satgas Kabupaten Nganjuk, BPBD dan Dinsos untuk mengatasi hal tersebut dengan membangun tenda darurat di depan IGD untuk menampung pasien agar lebih aman dan nyaman meski untuk sementara.

Baca juga: Wali Kota Sutiaji Ungkap Ngerinya Kena Covid-19, Jantung Terasa Sakit, Napas Tersenggal-Senggal

Selain tenda darurat, ungkap Tien Farida Yani, RSUD Nganjuk sekaligus menyiapkan mobilisasi dan transportasi pasien.

Kapasitas tenda menampung pasien sebanyak 15 orang. Dan atas meningkatnya kasus Covid-19 pihaknya juga berharap peran serta masyarakat mengatasi Covid-19.

"Jangan meremehkan Covid-19, karena ini nyata, dan perlu kerjasama semua untuk tetap mematuhi 3M," katanya.

"Petugas kami di RS sudah sangat kewalahan. Untuk itu semua harus patuhi Protokol Kesehatan. Agar imun selalu terjaga dan dijauhkan dari Covid-19 ini," tutur Tien Farida Yani. (aru/Achmad Amru Muiz)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved