Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Jatim Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19, Pakar Epidemiologi: Serius Tegakkan Perda & Tracing Kasus

Edukasi protokol kesehatan (Prokes) berupa 3 M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, tidak bisa sebatas disampaikan dalam bentuk imbauan.

Istimewa/TribunMadura.com
Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dr Windhu Purnomo. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA  - Jatim diprediksi bakal mengalami gelombang kedua lonjakan kasus Covid-19.

Melihat bertambahnya jumlah kasus baru Covid-19, dan mekanisme penanganan, testing, tracing, dan treatment (3T) yang tak maksimal.

Prediksi ledakan kasus penderita Covid-19 sebagai petanda gelombang kedua pandemi di Jatim tersebut, bisa terjadi lebih cepat.

"Indikatornya kasus dari yang itu. Kan kita sekarang 800-an, kadang turun dikit 700-an, lalu 800 lagi," ujar pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dr Windhu Purnomo di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (26/12/2020).

Baca juga: PROMO JSM INDOMARET Minggu 27 Desember 2020, Promo Beli 1 Gratis 1 Diskon Minyak Goreng dan Deterjen

Baca juga: Jadwal Acara TV di RCTI dan SCTV Minggu 27 Desember 2020: Masterchef Indonesia dan Samudra Cinta

Baca juga: Kerumunan Geng Motor di Kota Kediri Dibubarkan Petugas Gabungan, Gelar Balap Liar saat Musim Corona

Baca juga: Segera Cek pip.kemdikbud.go.id, Simak Cara Mencairkan Dana PIP 2020 untuk Siswa SD, SMP, SMA dan SMK

Baca juga: Kesepian Mencengkram Capricorn hingga Scorpio Ceroboh, Simak Ramalan Zodiak Minggu 27 Desember 2020

Baca juga: 10 Kartu Ucapan Selamat Tahun Baru 2021, Cocok Dibagikan Lewat Instagram, WhatsApp, Facebook, Twiter

Baca juga: Wujud Kepedulian Polri, Bhabinkamtibmas Desa Bungbaruh Pamekasan Bantu Masyarakat Buat Plengsengan

Baca juga: Mahfud MD Ungkap Soal Ancaman pada 2021, Mulai dari Berita Bohong, Serangan Siber hingga Covid-19

Indikator lainnya yang mengarah pada terjadinya ledakan kasus Covid-19 gelombang kedua, adalah menipisnya daya tampung pasien Covid-19 di rumah sakit (RS) yang menjadi rujukan penanganan penyakit tersebut.

Itu pun juga diikuti dengan resiko angka kematian yang cenderung meningkat. Windhu mengungkapkan, potensi kematian di Jatim cenderung tinggi dibandingkan dengan sejumlah daerah lain.

"Jatim kematiannya tertinggi di Indonesia loh ya, yang terakhir semua provinsi, kita 6,9 persen, CFR-nya. Padahal DKI Jakarta saja sudah satu koma sekarang. kemudian Jabar juga satu koma," terangnya.

Menurut Windhu, edukasi protokol kesehatan (Prokes) berupa 3 M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, tidak bisa sebatas disampaikan dalam bentuk imbauan.

Perlu adanya komitmen menerapkan punishment bagi warga yang melanggar penerapan prokes tersebut.

Dan itu, menurut Windhu, tidak mustahil, karena beberapa bulan lalu, pihak pemerintah daerah (pemda) telah merancang rumusan peraturan daerah (Perda), mengenai kedisiplinan dan kepatuhan prokes, lengkap disertai sanksi administrasinya.

Halaman
123
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved