Breaking News:

Berita Surabaya

Diduga Rakit Bom Ikan dan Konsumsi Sabu, Polisi Amankan Belasan Ton Bom Ikan dan Sabu Penggerebekan

Polisi mengamankan barang bukti bom ikan saat melakukan penggerebekan. Selain bom ikan rakitan, polisi juga menemukan barang bukti sabu.

TRIBUNMADURA.COM/SYAMSUL ARIFIN
Tim gabungan dari Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri bersama Polres Bangkalan dan Polda Jatim, telah mengamankan barang bukti bom ikan belasan ton. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Polisi mengamankan barang bukti bom ikan saat melakukan penggerebekan.

Selain bom ikan rakitan, polisi juga menemukan barang bukti sabu.

Ada dugaan pelaku merakit bom sambil mengonsumsi sabu.

Kabaharkam Komjen Agus Andrianto mengatakan saat ini tim gabungan dari Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri bersama Polres Bangkalan dan Polda Jatim, telah mengamankan barang bukti bom ikan belasan ton. 

Termasuk selongsong detonator, sumbu dan barang bukti lainnya.

Selain barang bukti, polisi juga menemukan barang bukti narkoba yang digunakan tersangka MB. 

Baca juga: Perubahan Aturan SIM yang Baru, Masa Berlaku Berdasar Lahir Tak Berlaku Lagi, Simak Perubahannya

"Kemungkinan saat melakukan perakitan, tersangka mengkonsumsi sabu," tutur Agus, Senin, (28/12/2020). 

Adapun barang bukti yang diamankan antara lain ; 470 karung ukuran 25 kilogram potasium chlorate atau sebanyak sebanyak 11.750 Kg, 185 karung ukuran 25 kg sodium perchlorate atau sebanyak 4.625 kg, 1 kg belerang, potasium nitrat sebanyak 20 kg, 1.027 butir selongsong detonator, 5 kg bubuk sumbu, 1,5 kg bubuk peledak.

Kemudian belerang bahan detonator sebanyak 5,5 kg, bahan bumbu peledak setengah jadi sebanyak 6 kg, 1 set pencetak sumbu, 60 meter sumbu peledak warna putih, 50 meter selang bahan sumbu warna hitam, 2 roll sepanjang 200 meter kertas bahan pembungkus sumbu, 34 rol bahan sumbu, 1 unit handphone, 2 nomor rekening, sabu seberat 0,28 gram, dan alat isap sabu.

"Tersangka MB dipersangkakan pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951. Kemudian Pasal 122 Undang-Undang No 22 tahun 2019 tentang sistem budidaya pertanian berkelanjutan dan Pasal 127 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2008 tentang narkotika Jo Pasal 55, 56 KUHPidana," pungkasnya.

Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved