Breaking News:

Madura United

Madura United Putuskan Bubarkan Pemain, Fokus Pembenahan Administrasi Internal dan Memantapkan MUFA

Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasi membuka suara terkait isu pembubaran skuad timnya musim ini akibat tidak ada kejelasan lanjutan kompetisi

Penulis: Khairul Amin | Editor: Elma Gloria Stevani
istimewa
Logo Madura United 

TRIBUNMADURA.COM - Madura United segera meluncurkan surat resmi kepada seluruh anggota tim perihal rencana pembubaran akibat ketidakpastian lanjutan kompetisi Liga 1 2020.

Terdapat empat poin pada rencana surat tersebut. Dua di antaranya menjelaskan maksud dan tujuan dari kebijakan manajemen klub untuk membubarkan tim.

Kini Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasi buka suara terkait isu pembubaran skuad timnya musim ini akibat tidak ada kejelasan lanjutan kompetisi.

Setelah sekian lama terus menunggu, pria akrab disapa AQ itu enggan terus menggantungkan nasib pada PSSI atau PT LIB tentang kompetisi.

Sejak kompetisi dihentikan akhir bulan Maret 2020 lalu, tercatat hampir sembilan bulan kompetisi mandek, klub terus berada pada situasi sulit.

"Pemain kami bubarkan, kini saatnya klub melakukan pembenahan, dengan membenahi administrasi dan infrastrukur yang menjadi syarat dari AFC dan FIFA," tulis AQ di akun Instagram pribadinya, Senin (28/12/2020).

Baca juga: Askab PSSI Sampang Terancam Dapat Sanksi dari Gugus Tugas Seusai Kompetisi Internal Berujung Ricuh

Baca juga: Polemik Tanah Ponpes Rizieq Shihab di Megamendung, Mahfud MD: Kalau untuk Pesantren Teruskan Saja

Baca juga: Kisah Nenek Mardinep Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot, Nasib Berubah Usai Didatangi Pemkab Sampang

Baca juga: 5 Shio Ini Diramal Paling Beruntung Dalam Segala Hal di Tahun 2021, Apakah Shio Kamu Termasuk?

"Kami tidak ingin larut dalam pandemi ini. Ketidak jelasan ini sulit diungkap untuk sekadar berharap," tambah pria asal Sumenep, Madura itu.

Sejatinya, PSSI dan PT LIB sudah memutuskan bahwa kompetisi musim ini akan kembali digelar Februari 2021 mendatang.

Namun, akibat belum mendapat izin keramaian dari pihak kepolisian, menjadikan laga tidak bisa digelar.

"Saya minta pada direksi dan manajer klub untuk membenahi sistem administrasi internal dan melakukan konsolidasi perbaikan," tutur AQ.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved