Breaking News:

Berita Terpopuler

Berita Madura Terpopuler Hari ini, 21 Rumah Warga Pamekasan Rusak hingga Sanksi Askab PSSI Sampang

Ada tiga berita Madura terpopuler hari ini di antaranya, 21 rumah warga di Desa Trasak Pamekasan rusak.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Kondisi sejumlah rumah warga di Dusun Karbuk dan Dusun Trasak Tengah, Desa Trasak, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, yang rusak diterpa hujan deras yang disertai angin kencang, Senin (28/12/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Berita Madura terpopuler Rabu (30/12/2020) hari ini.

Ada tiga berita Madura terpopuler hari ini di antaranya, 21 rumah warga di Desa Trasak Pamekasan rusak.

Lalu, ada kompetisi internal Askab PSSI Sampang berujung kisruh dan 110 kasus penyalahgunaan narkoba di Pamekasan selama tahun 2020.

1. 21 rumah Desa Trasak Pamekasan Rusak

Baca juga: ASN Kabupaten Malang Dilarang Cuti Mulai 31 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021, 8 Pengajuan Ditolak

Baca juga: Sanksi Tempat Usaha Hiburan Surabaya yang Nekat Buka di Atas Jam 20.00 WIB saat Malam Tahun Baru

Rumah warga di Dusun Karbuk dan Dusun Trasak Tengah, Desa Trasak, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, yang rusak diterpa hujan deras yang disertai angin kencang, Senin (28/12/2020)
Rumah warga di Dusun Karbuk dan Dusun Trasak Tengah, Desa Trasak, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, yang rusak diterpa hujan deras yang disertai angin kencang, Senin (28/12/2020) (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

Sebanyak 21 rumah di Dusun Karbuk dan Dusun Trasak Tengah, Desa Trasak, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, rusak, Senin (28/12/2020) sekitar pukul 17.45 WIB.

Puluhan rumah warga itu rusak setelah diterpa hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda Kecamatan Larangan,

Warga setempat, Sarina mengatakan, sekitar pukul 17.30 hujan tidak terlalu lebat mengguyur wilayah setempat.

Namun, tak lama kemudian, angin kencang menerpa yang disertai hujan deras.

Akibat dari terpaan angin itu, sekitar 21 rumah warga setempat mengalami kerusakan.

"Tidak ada korban jiwa dalam perisitiwa ini, hanya saja Midari saat ingin membersihkan puing-puing asbes mengalami luka ringan lecet," kata Sarina saat ditemui TribunMadura.com, Selasa (29/12/2020).

Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi kejadian, berikut pemilik 21 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat diterpa hujan deras yang disertai angin kencang.

1. Moh. Nurhidayat
2. Toya
3. Llisnur Hasanatun
4. Edi Harnadi
5. Ismail
6. Sutrisno
7. Moh. Jidi
8. Salmiatin
9. Nurhasanah
10. Asmoti
11. Rosipah
12. Sarifa
13. Tellas
14. Kisman
15. Sarima
16. Ach. Faizin
17. Ma'akah
18. Suhati
19. Ernawati
20. Marfuah
21. Midari

"Kerugian materi ditafsir sekitar 25 juta karena yang mengalami rusak ringan hanya beberapa asbes dan genting," ujarnya.

Sementara di Dusun Rengoh, Desa Tambung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura mengalami kejadian serupa.

Hanya saja di Desa tersebut, satu rumah warga yang mengalami kerusakan parah akibat diterpa angin kencang dan diguyur hujan deras.

Rumah warga yang mengalami kerusakan itu milik Zaini, pria berusia 40 tahun.

Rumah miliknya, alami kerusakan sebanyak 24 lembar asbes yang patah dan retak akibat terangkat saat terjadi angin kencang.

Sedangkan, kerugian materil ditaksir sekitar Rp 5 juta.

2. Kompetisi Internal Askab PSSI Sampang Berujung Kisruh

Baca juga: Alun-Alun Ponorogo Ditutup Pukul 21.00 WIB saat Malam Tahun Baru untuk Cegah Kerumunan Orang

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca Hari ini Rabu 30 Desember 2020, Waspada Hujan dan Angin Kencang di Jawa Timur

Sekretaris Askab PSSI Sampang, Hernandi Kusuma Hadi.
Sekretaris Askab PSSI Sampang, Hernandi Kusuma Hadi. (TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA)

Askab PSSI Kabupaten Sampang siap menerima sanksi dari Gugus Tugas Covid-19 Sampang setelah menggelar kompetisi internal di tengah pandemi Covid-19 dan berujung kisruh.

Asosiasi yang dikomandoi Muhammad Faruk ini berjanji akan mengunjungi pemain Klub Putra Banyuates untuk memberikan bantuan biaya perawatan.

Dalam insiden kisruh di tengah lapangan dengan Klub Barbara FC pada 25 Desember 2020 itu, sejumlah pemain Putra Banyuates mengalami luka

Sekretaris Askab PSSI Sampang, Hernandi Kusuma Hadi mengatakan, Askab PSSI Sampang siap bertanggungjawab atas kejadian tersebut.

"Termasuk Askab PSSI Sampang juga siap dengan kesekuensi yang di hadapi," ujarnya kepada TribunMadura.com, Selasa (29/12/2020).

Ia menambahkan, terkait kunjungan yang akan dilakukannya terhadap para pemain Putra Banyuates yang mengalami luka sebelumnya sudah dilakukan

Namun, pihak Klub Putra Banyuates tidak memperkenankan mempertemukan para pemain yang mengalami luka karena situasi masih memanas.

"Untuk sementara ini ada tiga pemain yang luka di bagian pelipis wajar karena bentrok kemarin, tapi jumlah lebih jelasnya kami belum tahu karena masih belum bertemu," terang pria berkacamata itu.

"Untuk bantuannya kita siap membantu dalam biaya perawatannya, sedangkan nominalnya tentunya masih belum diketahui," imbuh dia.

Lebih lanjut, dalam insiden kericuhan tersebut Klub Putra Banyuates, kata Hernandi Kusuma Hadi, berstatus sebagai korban.

Sebab, pihak lawan melanggar ketentuan pertandingan dengan tetap membawa suporter saat bertanding di Lapangan Wijaya Kusuma Sampang.

"Terkait jalannya kompetisi internal 2020 ini sudah kita pastikan diberhentikan," tegasnya.

3. 110 kasus Penyalahgunaan Narkoba di Pamekasan selama tahun 2020

Baca juga: Alun-Alun Jember Ditutup saat Malam Tahun Baru 2021, Cegah Kerumunan Warga di Pergantian Tahun

Baca juga: Karaoke saat Malam Hari di Warung Kopi, Warga Lumajang Dibacok Tetangganya hingga Tewas

Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar saat menyampaikan rilis perihal ungkap kasus yang ditangani Satreskrim Polres Pamekasan selama tahun 2020 di halaman Mapolres Pamekasan, Madura, Selasa (29/12/2020).
Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar saat menyampaikan rilis perihal ungkap kasus yang ditangani Satreskrim Polres Pamekasan selama tahun 2020 di halaman Mapolres Pamekasan, Madura, Selasa (29/12/2020). (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

Satresnarkoba Polres Pamekasan berhasil mengungkap penyalahgunaan narkoba sebanyak 110 kasus dalam tahun 2020.

Data pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba sebanyak itu terhitung mulai 1 Januari 2020 hingga 29 Desember 2020.

Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar mengatakan, dari 110 kasus yang berhasil diungkap, Polres Pamekasan mengamankan 175 tersangka yang terdiri dari 159 laki-laki dan 16 perempuan.

Dari 175 tersangka ini kata dia memiliki peran yang berbeda-beda, yaitu sebanyak 95 tersangka sebagai pengedar dan 80 tersangka sebagai pengguna.

"Rata-rata para tersangka ini berusia 25 tahun ke atas," kata AKBP Apip Ginanjar saat menggelar konferensi pers di halaman Mapolres Pamekasan, Selasa (29/12/2020).

AKBP Apip Ginanjar juga merinci, dari 175 tersangka ini, seluruh barang bukti yang dikumpulkan menjadi satu, diamankan Shabu seberat 1801.61 gram, ekstasi sebanyak 46 butir dan pil sebanyak 586 butir.

Sebanyak 175 tersangka pengguna narkoba itu, kata dia, diamankan di sejumlah tempat berbeda.

Di antaranya:

- Tempat umum sebanyak 21 kasus.
- Pemukiman sebanyak 33 kasus.
- Jalan umum sebanyak 35 kasus.
- Rumah kos sebanyak 16 kasus.
- Hotel sebanyak 3 kasus.
- Terminal 1 kasus.
- Kantor 1 kasus.

"Pendidikan terakhir dari ratusan tersangka itu rata-rata SMA dan bekerja wiraswasta," ujarnya.

Tak hanya itu, menurut AKBP Apip Ginanjar kasus narkoba yang paling banyak diamankan tersangkanya terjadi di wilayah Kecamatan Pamekasan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved