Breaking News:

Berita Malang

Indonesia Larang WNA Masuk Mulai 1 Januari 2021, Pemkot Malang Manut Instruksi Pemerintah Pusat

Adanya larangan Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia mulai 1 Januari 2021 oleh Pemerintah Pusat membuat Pemerintah Kota Malang mulai bersiap diri.

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD RIFKY EDGAR
Wali Kota Malang, Sutiaji saat ditemui wartawan TribunMadura.com, Kamis (31/12/2020). 

TRIBUNMADURA.COM - Pemerintah Indonesia melarang warga negara asing (WNA) dari seluruh negara masuk ke Indonesia mulai 1 Januari 2021. Larangan ini berlaku hingga 14 Januari 2021.

Pemerintah mengambil kebijakan ini sebagai langkah pencegahan setelah ditemukannya varian baru virus corona di Inggris yang disebut lebih menular.

Keputusan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Senin (28/12/2020). Sementara, WNA yang masuk ke Indonesia pada 28-31 Desember 2020 wajib membawa hasil negatif tes swab yang masih berlaku dari negara asal.

Baca juga: Baddrut Tamam Sampaikan Duka Cita Atas Meninggalnya Wakil Bupati Pamekasan: Kami Sangat Kehilangan

Baca juga: Rajae Meninggal Bukan karena Terinfeksi Covid-19, Ini Penjelasan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam

Baca juga: BREAKING NEWS - Wakil Bupati Pamekasan, Rajae Meninggal Dunia di RSU Dr Soetomo Surabaya

Baca juga: Dua Hari Sebelum Wabup Pamekasan Meninggal Dunia, Sang Istri Berdoa Ingin Kumpul Bersama Keluarga

Adanya larangan Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia mulai 1 Januari 2021 oleh Pemerintah Pusat membuat Pemerintah Kota Malang mulai bersiap diri.

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan setelah ditemukannya varian baru virus corona di Inggris yang disebut lebih menular.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, bahwa pihaknya akan menuruti instruksi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Upaya yang akan dilakukan di antaranya ialah dengan menjalin komunikasi dan sosialisasi terhadap sejumlah hotel yang ada di Kota Malang.

"Saya sudah minta Disporapar Kota Malang untuk melakukan anjuran sesuai instruksi pemerintah," ucap Sutiaji, Kamis (31/12).

Bagi WNA yang sudah ada di Kota Malang dan menginap di hotel, lanjut Sutiaji pihaknya tetap akan meminta hasil rapid tes non reaktif ataupun swab tes.

Sutiaji juga menginstruksikan untuk nantinya dilakukan swab tes ulang apabila telah melewati masa berlakunya hasil swab tes.

"Iya itu kan anjuran dari pemerintah pusat. Mau gak mau kita di sini kepanjangan tangan dari pemerintah pusat harus kami patuhi," katanya.

Baca juga: BLAK-BLAKAN Rizki DA Akan Datang ke Pernikahan Lesty dan Rizky Billar Jika Diundang: Semoga Langgeng

Baca juga: Bangkalan Dilanda Longsor, Pondasi Jembatan Ambrol, Akses Jalan Penghubung Tiga Kecamatan Terputus

Baca juga: Akhirnya MYD Buka Suara Setelah Jadi Tersangka Video Syur Bersama Gisel: Gue Bukan Siapa-siapa

Baca juga: Pemkab Gresik Tunda Belajar Tatap Muka di Sekolah Awal Januari 2021, Begini Penjelasan Nur Maslichah

Sementara itu, Sutiaji juga menginstruksikan bagi masyarakat Kota Malang agar tidak bepergian ke luar negeri untuk sementara.

Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku bagi para instansi ataupun pejabat yang menjalani keperluan kedinasan yang sifatnya sangat urgent.

"Warga ke luar negeri gak boleh. Yang dibolehkan hanya untuk urusan kedinasan. Ini pak kapolres misal ada undangan penting di Malaysia, baru bisa berangkat," tandasnya.

Penulis: Mohammad Rifky Edgar
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved