Breaking News:

Virus Corona di Ponorogo

Dalam Sehari, 2 Tenaga Kesehatan di Ponorogo Gugur Akibat Covid-19, Simak Rantai Penularannya

Dua tenaga kesehatan di Ponorogo meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 virus corona.

IDI Ponorogo
Dokter di Kabupaten Ponorogo bernama Zulfita Riyanti meninggal dunia akibat terpapar Covid-19, Rabu (30/12/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni mengumumkan adanya sebanyak 34 tambahan kasus Covid-19 di Ponorogo, Kamis (31/12/2020).

Selain itu, Ipong Muchlissoni juga menyampaikan bela sungkawa karena terdapat 3 pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Kata Ipong Muchlissoni, dari 3 pasien Covid-19 di Ponorogo tersebut, 2 di antaranya merupakan tenaga kesehatan.

"Yang pertama adalah seorang perempuan berusia 47 tahun. Beliau adalah seorang dokter yang bertugas di Puskesmas Sukorejo," ucap Ipong.

Baca juga: Punya Gejala Flu, Dokter di Ponorogo Dinyatakan Covid-19, Kondisi Menurun hingga Meninggal di RS

Baca juga: Wakil Bupati Pamekasan Sempat Negatif Covid-19, Dokter RS Ungkap Penyebab Rajae Meninggal Dunia

Baca juga: Sosok Wakil Bupati Rajae di Mata Ketua Ansor Pamekasan, Bersahaja dan Tak Mau Repotkan Orang Lain

Dokter yang berdomisili di Desa Kertosari, Kecamatan Babadan sempat dirawat selama kurang lebih 1 bulan.

"Beliau dirawat di ICU RS Universitas Airlangga Surabaya. Namun Allah berkehendak lain, tadi malam beliau dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.

Nakes kedua adalah seorang bidan berusia 42 tahun yang bertugas di Puskemas Nailan, Kecamatan Slahung.

"Beliau mengeluh demam, batuk, sesak napas dan gambaran rontgent pneumoni bilateral," ucap Ipong.

Pasien sempat mendapatkan perawatan lebih kurang 3 hari di ICU RSU Muhammadiyah hingga dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan pasien ketiga yang meninggal dunia merupakan ibu dari bidan tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved