Breaking News:

Berita Sampang

Tak hanya Malam Tahun Baru, Penerapan Jam Malam di Sampang Madura akan Berlaku hingga 8 Januari 2021

Ketentuan protokol kesehatan Covid-19 pada momentum pergantian tahun 2021 masih terus berjalan.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kapolres Sampang, AKBP Abdul Hafidz saat ditemui di halaman Mapolres Sampang Jalan Jamaluddin Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (1/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Pembatasan aktifitas pada jam malam sebagai upaya meminamilisir penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sampang, Madura, tidak hanya berlaku saat malam Tahun Baru saja.

Kapolres Sampang, AKBP Abdul Hafidz mengatakan, ketentuan protokol kesehatan Covid-19 pada momentum pergantian tahun 2021 masih terus berjalan.

"Penerapan Prokes pada libur tahun baru 2021 digelar mulai 31 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021," ujarnya kepada TribunMadura.com, Jumat (1/1/2021).

Baca juga: Suara Gaduh Kagetkan Pembeli di Pasar Besar Malang, Wanita Berteriak sambil Kejar Maling yang Kabur

Baca juga: Wabup Rajae Tutup Usia, Bupati Pamekasan Perintahkan Satuan Kerja Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Baca juga: Tahun 2021, Guru Honorer di Kabupaten Malang Berpeluang Dapat Gaji dan Tunjangan Setara PNS

Dijelaskan dia, ketentuan yang harus diperhatikan dan diterapkan oleh masyarakat di Kabupaten Sampang di antaranya, pembatasan aktifitas pada jam malam.

"Pembatasan jam malam dimulai 20.00 sampai 04.00 WIB," ucapnya.

Kemudian, operasi yustisi dan melaksanakan patroli berskala besar yang dilakukan oleh gabungan TNI/Polri serta instansi terkait dalam penindakan Prokes covid-19.

Menurutnya, untuk wilayah yang akan menjadi sasaran merupakan tempat yang berpotensi adanya kerumunan seperti, taman, cafe, dan sejenisnya.

"Bagi warga yang diketahui tidak mematuhi Prokes covid-19, misalkan tidak menggunakan masker akan dikenakan panesmen," tegas AKBP Abdul Hafidz.

"Bahkan pelanggar akan dikenakan sanksi sesuai Pebub 53 tahun 2020 penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehtan," imbuh dia

Tidak hanya itu, adapun ketentuan lainnya yakni, pembatasan kegiatan masyarakat yang menimbulkan keramaian dan kerumunan.

Contohnya, hajatan, seremonial resepsi pernikahan, kegiatan keagamaan, dan perayaan tahun baru.

"Dasar ketentuan di tengah pandemi covid-19 ini merupakan dari maklumat Kapolri, surat edaran Gubernur Jawa Timur, dan surat edaran Bupati Sampang," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved