Breaking News:

Berita Terpopuler

BERITA TERPOPULER MADURA: Sosok Wakil Bupati Pamekasan Rajae hingga Jam Malam di Bangkalan

Berita terpopuler Madura dibuka dengan sosok Wakil Bupati Pamekasan, Rajae, yang tutup usia pada Kamis (31/12/2020).

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM
berita terpopuler Madura Sabtu (2/1/2021) hari ini. 

Dalam SE yang diterbitkan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Selasa (29/12/2020), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta Bupati/Walikota se Jatim menerapkan pengaturan jam malam dimulai pukul 20.00 WIB - 04.00 WIB.

"Jadi segala aktifitas di tempat umum dibatasi, kami di SGB melaksanakan pemberlakuan jam malam," jelas Kepala Bagian Operasional Polres Bangkalan AKP I Made Widyana.

I Wayan menjelaskan, pemberlakukan jam malam itu berlangsung hingga 8 Januari 2021 sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Ada peningkatan kasus Covid-19 pada hari libur sebelumnya," tegasnya.

Karena itu, lanjut I Made, Polres Bangkalan melakukan penyekatan di Simpang Tiga Halim, Simpang Tiga Wisma, dan Jembatan Bancaran.

"Sehingga masyarakst dari luar daerah tidak berkerumunan di Kota Bangkalan," pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

3. Penyebab Meninggalnya Wakil Bupati Pamekasan

Wakil Bupati Pamekasan Rajae
Wakil Bupati Pamekasan Rajae (TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN)

Dirut RSUD Dr Soetomo, dr Joni Wahyudi menerangkan rekam medis perawatan kesehatan Wakil Bupati Pamekasan, Rajae sebelum meninggal dunia Kamis (31/12/2020) pukul 15.30 WIB.

dr Joni Wahyudi menjelaskan bahwa Rajae saat pertama kali dirawat intensif di RSUD Dr Soetomo sudah dalam kondisi gejala klinis yang berat.

"Kami berupaya semaksimal mungkin," kata dr Joni Wahyudi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (31/12/2020).

"Bahkan beliau sudah memakai alat yang tercanggih di RSU Dr Soetomo, yang namanya ECMO itu," sambung dia.

Setelah dilakukan perawatan intensif di Ruang Isolasi Khusus (RIK), kondisi Rajae berangsur pulih.

Bahkan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR)nya menunjukkan hasil negatif Covid-19.

Namun, kata dia, bukan berarti kondisi tubuh Rajae pulih sepenuhnya.

Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh terlanjur menginfeksi sejumlah organ tubuh Rajae, sehingga membuatnya masih harus menjalani serangkaian pemulihan medis.

"Itu harus kita menjadi pembelajaran, walaupun sudah negatif itu belum tentu penyakit akibat Covid-19, selesai," jelas dia.

"Kalau Covid-19 itu menyerang jantung, Covid-19 sudah selesai dilawan tubuh, sudah dikasih obat, belum tentu jantungnya sembuh. Misalkan itu contoh kasus," jelasnya.

Mengingat begitu berbahayanya Covid-19, Joni mengimbau agar masyarakat untuk saling menjaga dan saling mengingatkan dalam hal penerapan protokol kesehatan (Prokes).

"Ini contoh gampang. Covidnya sudah hilang oleh tubuh kita. Tapi belum tentu kelainan yang ada di paru kembali semula. Maka yang terbaik mencegah. Mari bersama mencegah," terangnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved