Breaking News:

Virus Corona di Mojokerto

Wali Kota Mojokerto: Pembelajaran Daring & Tatap Muka di Sekolah Jadi Skema Terbaik di Tengah Corona

Wali Kota Mojokerto: kolaborasi antara pembelajaran daring dan tatap muka yang diterapkan masih menjadi skema terbaik di tengah pandemi virus corona.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat menyampaikan kondisi kesehatannya sebagai OTG Covid-19 melalui virtual usai pelantikan pejabat di Pendopo Rumah Rakyat, Selasa (29/12). 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan terkait kebijakan pelaksanaan sistem pembelajaran di sekolah menjelang dimulainya kalender akademik semester genap pada jenjang SD dan SMP dalam situasi pandemi Covid-19.

Ning Ita sapaan Wali Kota Mojokerto ini menyebut bahwa kolaborasi antara pembelajaran daring dan tatap muka yang diterapkan masih menjadi skema terbaik di tengah pandemi virus corona.

Apalagi, berdasarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu memberikan wewenang Kepala Daerah, Bupati/ Wali Kota terkait kebijakan pelaksanaan sistem pembelajaran tatap muka di sekolah setempat.

Baca juga: Tiga Anggota DPRD Gresik Positif Covid-19, Kondisinya Sehat Tanpa Gejala, Isolasi Mandiri di Rumah

Baca juga: Din Syamsuddin Nikahi Cucu Pendiri Pondok Gontor dengan Mas Kawin Rp 3.012.021 dan 4.8 Gram Emas

Baca juga: Dewan Kesehatan Rakyat Tutup Rekening Donasi untuk Pengobatan Bayi Tanpa Lubang Anus di Sampang

Baca juga: Kasus Covid-19 di Banyuwangi Terus Meningkat, Bupati Pastikan Ruang Isolasi di Rumah Sakit Mencukupi

"Tidak menutup kemungkinan skema ini nantinya akan kita ubah menyesuaikan situasi pandemi Covid-19," ungkapnya, Minggu (3/1/2021).

Menurut dia, pihaknya mempersilahkan bagi wali murid atau orang tua jika memilih untuk mendampingi siswa mengikuti pembelajaran daring di rumah.

Disisi lain, pihaknya juga telah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka sebelum libur sekolah semester ganjil akhir Desember 2020.

Pelaksanaan uji coba selama dua pekan itu melibatkan sepertiga dari jumlah peserta didik di setiap satuan lembaga pendidikan.

"Kondisi Pandemi yang merupakan bencana Nasional ini belum berakhir dan proses vaksinasi juga belum pasti bisa segera didapatkan, sehingga skema ini (Pembelajaran) masih menjadi yang terbaik untuk saat ini," ucap Ning Ita.

Kadindik Kota Mojokerto, Amin Wachid menjelaskan kebijakan penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah saat Pandemi merupakan wewenang mutlak dari rekomendasi Kepala Daerah atau Wali Kota.

"Jadi ada tiga syarat bisa dilakukan pembelajaran tatap muka yaitu atas persetujuan Kepala Daerah Bupati/ Wali Kota, kesepakatan kepala sekolah dan izin tertulis dari wali murid atau orang tua siswa," bebernya.

Dia mengatakan pembelajaran daring tetap diterapkan dalam akademik semester genap pada jenjang pendidikan sekolah SD dan SMP.

"Tetap pembelajaran daring cuma kami mengimbau agar (Guru, Red) agar mengemas pembelajaran itu lebih menarik lagi," terangnya.

Pembelajaran tatap muka akan kembali diterapkan tetap menggunakan metode kolaborasi daring yang tentunya menyesuaikan situasi pandemi Covid-19 di lapangan.

Baca juga: Libur Sekolah Berakhir, Siswa SD dan SMP di Kota Mojokerto Mulai Pembelajaran Daring 4 Januari 2021

Baca juga: Karyawan Distributor Elpiji di Nganjuk Nyambi Edarkan Pil Koplo, 30 Pil di Bungkus Rokok Terbongkar

Baca juga: Cerita Penghulu Pernikahan Din Syamsuddin dan Rashda Diana, Sempat Was-was Saat Prosesi Akad Nikah

Baca juga: MENGERIKAN Ramalan Mbak You Tahun 2021, Artis Wanita Kebal Hukum Akan Dipenjara dan Politisi Dibunuh

Hasil uji coba sebelumnya sebagai persiapan untuk satuan lembaga pendidikan termasuk siswa jika sewaktu-waktu diterapkan pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Sudah sesuai Prokes dan meja kelas sudah diberi sekat plastik sehingga pada saatnya siswa masuk sekolah mereka bisa lebih siap," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved