Berita Surabaya

Kabar Armuji Meninggal Dunia Kena Covid-19 Dibantah, PDI Perjuangan Ungkap Kondisi Sebenarnya

PDI Perjuangan membantah kabar yang menyebut Calon Wakil Wali Kota Surabaya Armuji meninggal dunia.

SURYA/NURAINI FAIQ
Armuji calon wakil Wali Kota Surabaya yang dampingi Eri Cahyadi di Pilkada Surabaya 2020 

"Hanya membutuhkan empat jam, kami sudah mengetahui kecenderungan kemenangan kemana," kata Adi Sutarwijono.

Hasilnya, Adi Sutarwijono mengklaim data yang dikumpulkan BSPN valid dengan data rekapitulasi di KPU.

"Hasil real count di BSPN mendekati persis rekapitulasi di KPU. Ini yang membuat kami bangga," kata Adi Sutarwijono.

"Mereka (para saksi) bekerja cepat, solid, dengan tetap menjaga keaslian dan validitas data. Sekali lagi, kami bangga," kata Adi Sutarwijono.

Berdasarkan evaluasi tersebut, Adi Sutarwijono menyebut para saksi masih akan terlibat dalam proyek jangka panjang PDI Perjuangan ke depan.

"Kami akan terus melatih personel saksi di PDI Perjuangan," kata Adi Sutarwijono.

Selesai di Pilkada Serentak 2020, PDI Perjuangan masih memiliki target berikutnya, Pemilu 2024.

"Berdasarkan arahan dari BSPN pusat, saksi bersifat permanen tak sekadar event pemilu ke pemilu," kata Ketua DPRD Surabaya ini. 

Untuk diketahui, KPU baru saja merampungkan proses rekapitulasi suara di Pilkada Surabaya 2020 tingkat kota, Kamis (17/12/2020).

Hasilnya, selisih suara antara Eri Cahyadi-Armuji (ErJi) dengan Machfud Arifin-Mujiaman (Maju) mencapai 145.746 suara (13,89 persen).

Rinciannya, ErJi unggul dengan 597.540 suara (56,94 persen) dan Maju mendapat 451.794 suara (43,05 persen).

Menurut Adi Sutarwijono, besarnya selisih tersebut karena rakyat Surabaya yang berdaulat menghendaki Eri Cahyadi-Armuji.

"Sekaligus, rakyat menghendaki seluruh karya kebaikan Bu Risma dijaga dan dikembangkan. Itulah fakta demokrasi setelah 9 Desember 2020," lanjut Adi Sutarwijono.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved