Breaking News

Berita Bojonegoro

Puluhan Tahun Dikubur, Jenazah ini Masih Utuh Dalam Balutan Kain Kafan, Ini Kesaksian Penggali Kubur

Penggali kubur ini kaget bukan kepalang melihat cangkulnya mengenai kain kafan yang jasadnya masih utuh meski puluhan tahun dikubur.

Penulis: Mohammad Sudarsono | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
ISTIMEWA
Tangkapan layar video penemuan jasad masih utuh di pemakaman Islam kompleks masjid agung Darussalam Desa Kauman, Kecamatan Kota Bojonegoro, Selasa (5/1/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, BOJONEGORO - Warga Bojonegoro dihebohkan dengan peristiwa mengejutkan di dalam kuburan.

Mereka dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad yang masih utuh dalam balutan kain kafan.

Padahal, jasad yang masih utuh dalam balutan kain kafan itu diduga sudah puluhan tahun dikubur.

Peristiwa itu pertama kali ditemukan penggali kubur tak sengaja mencangkul makam.

Baca juga: Jenazah Kiai Madura Tetap Utuh dan Wangi, Sudah 3 Tahun Dikubur, Semasa Hidup Jadi Pengasuh Madrasah

Baca juga: Tanaman Padi di Sumenep Nyaris Tak Terlihat setelah Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen

Baca juga: Meresahkan Warga, Komplotan Maling Motor Asal Madura Didor Polisi, Biasa Bawa Parang saat Beraksi

Kejadian itu berlangsung di pemakaman Islam kompleks Masjid Agung Darussalam, Desa Kauman, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Selasa (5/1/2021) sore.

Penggali kubur, Sugianto mengatakan, penemuan jasad berawal saat warga akan melakukan penggalian untuk lokasi makam Khusnaini, warga desa setempat yang baru saja meninggal.

Saat penggalian sekitar satu setengah meter, warga menemukan ada kain kafan yang kondisi warnanya sudah kecoklatan dan jasadnya masih utuh.

"Iya saat menggali menemukan sesosok jasad utuh masih dalam balutan kafan," ujarnya kepada wartawan, Rabu (6/1/2021).

Dia menjelaskan, tidak mengetahui siapa sosok jenazah dalam kain kafan tersebut.

Tangkapan layar video penemuan jasad masih utuh di pemakaman Islam kompleks masjid agung Darussalam Desa Kauman, Kecamatan Kota Bojonegoro, Selasa (5/1/2021)
Tangkapan layar video penemuan jasad masih utuh di pemakaman Islam kompleks masjid agung Darussalam Desa Kauman, Kecamatan Kota Bojonegoro, Selasa (5/1/2021) (ISTIMEWA)

Baca juga: Vaksin Covid-19 Sinovac Halal atau Tidak? Begini Penjelasan Ahli Biologi Molekuler, Jangan Khawatir!

Karena sebelum melakukan penggalian sudah tidak ada penanda berupa nisan papan nama.

Termasuk belum diketahui secara pasti apakah jasad itu laki-laki atau perempuan.

Sebab, saat mengetahui titik penggalian makam sudah ada jasadnya, penggalian untuk Khusnainipun dipindah.

"Diperkirakan sudah 20 tahunan, begitu tahu ada jasad langsung saya tutup kubur lagi dengan tanah, tidak tahu itu jasad siapa karena tidak ada penanda," pungkasnya.(nok)

Kejadian Lainnya

Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Sampang, Madura, sempat membuat takjub masyarakat.

Jenazah ulama di Kabupaten Sampang tampak masih utuh meski telah dikuburkan hingga tiga tahun lamanya.

Jenazah kiai tersebut merupakan Almarhum KH Achmad Baidowi asal Dusun Banbalang, Desa Batoporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang .

Baca juga: Inilah Proses Pembusukan Tubuh Manusia setelah Dikubur, Tulang Jadi Debu setelah Beberapa Tahun

Baca juga: Pengajuan Izin Hajatan di Tulungagung Membludak Jelang Akhir November 2020, Capai 300 Berkas Perhari

Tak hanya utuh, jenazah almarhum KH Achmad Baidowi juga berbau wangi.

Mukjizat itu diketahui oleh warga setempat setelah makam almarhum ambruk pada Senin (23/11/2020) siang.

Makam kiai itu ambruk lantaran sering diguyur hujan beberapa hari sebelumnya.

Ambruknya makam Pengasuh Madrasah Dakwatut Tauhid pada masa hidupnya itu diketahui pertama kali oleh putranya yakni, Kiai Sofyan Ahmad Putra saat hendak keluar masjid dan pada saat itu pasca hujan deras.

Kiai Sofyan Ahmad Putra mengatakan, kemungkinan besar ambruknya makam almarhum karena dinding penutup mayat sudah rapuh.

"Saya mengetahuinya saat keluar masjid dan tiba-tiba kaget melihat makam Abah ambruk," ujarnya kepada TribunMadura.com, Selasa (24/11/2020).

"Kemarin tampak jelas ambruknya mas, karena kuburan Abah diletakkan tidak jau dari masji, tepatnya di sebelah selatan masjid," imbuhnya.

Warga saat mengganti kain kafan Almarhum Kiai Haji Achmad Baidowi asal Dusun Banbalang, Desa Batoporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, (23/11/2020) kemarin.
Warga saat mengganti kain kafan Almarhum Kiai Haji Achmad Baidowi asal Dusun Banbalang, Desa Batoporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, (23/11/2020) kemarin. (TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA)

Baca juga: Terjadi Kenaikan Kasus Baru Covid-19 di Jawa Timur, Jumlah Pasien Virus Corona Meningkat 400 Persen

Baca juga: Insiden Mencekam di Desa Jugo Lamongan, Kakek 74 Tahun Tewas setelah Tagih Utang saat Dini Hari

Mengetahui hal itu, pihaknya meminta tolong kepada masyarakat setempat untuk membenarkan kembali makam almarhum.

Kemudian, berinisiatif untuk mengganti kain kafan milik almarhum yang sudah tampak kotor dengan noda tanah dimana-mana.

"Untuk pergantian kain kafan langsung dilakukan di dalam kuburan tanpa mengangkat mayat keatas kuburan," jelas Kiai Sofyan Ahmad Putra.

Sementara, warga setempat yang pada saat itu berada di lokasi Muhammad Da’i mengaku terkejut saat melihat kondisi mayat Almarhum yang masih utuh.

Bahkan, menurutnya mayat Almarhum saat hendak diganti kain kafan beraroma wangi.

"Saya kaget selain kondisinya utuh, mayat Almarhum juga wangi, saya terharu," terangnya.

Menurutnya, semasa hidup almarhum KH Achmad Baidowi merupakan ulama kharismatik yang dikenal selalu mengajarkan nilai kebaikan di masa hidupnya.

"Saya berharap amal baik beliau diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan surga-Nya," pungkasnya.

Proses Pembusukan Manusia setelah Dikubur

Kematian menjadi hal yang pasti dirasakan bagi setiap makhluk hidup.

Tidak terkecuali manusia, hewan, maupun tumbuhan, akan merasakan mati.

Umumnya, manusia yang mengalami kematian akan dikubur jenazahnya.

TERUNGKAP Isi Kolom Pekerjaan Jokowi di SIM Surat Izin Mengemudi, Kaesang Bongkar Fakta ke Netizen

Download Drakor Do You Like Brahms Sub Indo, Kim Min Jae Jadi Pianis Tampan dan Jenius

Lakukan Taubat Nasuha Agar Dosa-Dosa Dapat Diampuni, Berikut Tata Cara Pelaksanaan Salat Taubat

Setelah itu, jenazah atau tubuh manusia akan menyatu di dalam tanah.

Di dalam tanah, tubuh manusia akan mengalami pembusukan.

Namun, pernahkah Anda membayangkan apa yang terjadi setelah seseorang dikubur?

Melansir dari Aftermath, ada empat tahapan yang dilalui tubuh saat mengalami pembusukan:

  1. Tahap I : Autolysis

Setelah tubuh manusia meninggal dan dimakamkan di dalam liang lahat, tubuh akan membusuk dari dalam.

Sirkulasi darah telah berhenti, oksigen telah berhenti dan tubuh tidak bisa mengeluarkan kotorannya sendiri.

Ini menyebabkan membran dalam sel pecah dan ditandai dengan keluarnya ruam dan bahkan darah melalui lubang-lubang tubuh.

Enzim dari dalam sel akan 'menghancurkan' lapisan tubuh dari dalam ke luar.

Pada tahap ini, kulit akan lecet parah dan lapisan kulit akan melonggar.

Ilustrasi lubang kuburan
Ilustrasi lubang kuburan (Shutterstock.com)

 Bau Amis Dikira dari Ikan Koi Mati, Warga Sukoharjo ini Temukan Fakta Mengejutkan di Rumah Tetangga

 Tak Pakai Masker di Malang? Siap-Siap Dapat Sanksi Denda Rp 100 Ribu hingga Bersihkan Saluran Air

  1. Tahap II : Bloat / Menggembung bengkak

Sel yang bocor menyebabkan banyak gas terperangkap di dalam tubuh.

Senyawa itu mulai menghasilkan sulfur dan melepaskan bakteri sehingga terjadi perubahan warna kulit.

Karena gas itulah tubuh orang yang meninggal terlihat bengkak dan membesar.

Pada tahapan ini, belatung mulai keluar dan menggerogoti tubuh. Belatung akan membantu proses pembusukan sebesar 60%.

Ini menyebabkan bau busuk yang sangat menyengat.

Hal yang Terjadi pada Tubuh Manusia setelah Mati, Sel-Sel di Otak Mati Tepat 3 Menit Waktu Kematian

  1. Tahap III : Peluruhan aktif

Setelah belatung mulai bekerja memakan daging, kerusakan organ secara permanen telah dimulai.

Organ tubuh yang semula padat dan solid berubah menjadi lembek dan cair.

Otot, kulit, otak, dan jaringan organ dalam rusak dan membusuk sempurna pada tahapan ini.

Rambut juga mulai terurai rontok, namun belum ikut menghilang.

Jenazah kehilangan massa tubuh paling besar hingga menyisakan tulang belulang saja setelah tahapan ini.

  1. Tahap IV : Pembusukan tulang

Hanya tersisa tulang belulang dan tengkorak saja di dalam liang lahat.

Tulang termasuk salah satu bagian tubuh yang cukup sulit membusuk.

Ini bisa memakan waktu beberapa tahun hingga tulang ikut hancur dan semua berubah menjadi debu.

Garis waktu pembusukan tubuh

24 - 72 jam setelah kematian mulai memasuki tahap I

3 - 5 hari setelah kematian, tubuh mulai bengkak dan darah keluar dari lubang-lubang tubuh.

8 - 10 hari setelah kematian, warna tubuh berubah dari hijau menjadi merah hingga hitam legam

Beberapa minggu setelah kematian, rambut rontok dan tulang belulang mulai terlihat.

Satu bulan setelah kematian, organ tubuh mulai lunak dan mencair.

Beberapa tahun setelah kematian, tulang mulai hancur dan semua hilang menjadi debu.

Cukup mengerikan, ya tahap pembusukan jenazah dalam liang lahat. (*)

Artikel ini telah tayang di Intisari Online dangan judul, “Inilah Proses Biologis yang Terjadi pada Tubuh Setelah Dimakamkan hingga Hilang Menyatu dengan Tanah, Ngeri”

 Sinopsis Lengkap Drama Korea The World of the Married, Kisah Istri Dikhianati Suami dan Sahabatnya

 Cara Download Drakor Crash Landing on You Sub Indo Episode Lengkap, Baca Sinopsisnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved